Beranda Berita Utama Owner Greenland Hotel Nglimut, H. Murdoko: Pemimpin yang Baik Tidak Akan Pernah...

Owner Greenland Hotel Nglimut, H. Murdoko: Pemimpin yang Baik Tidak Akan Pernah Mati, Namanya Hidup dalam Karya

271
0
Usai tasyakuran foto bersama.(Foto:TM/SPW)

KENDAL, TERASMEDIAGO.ID-Forum Kendal Bersatu(FKB) Kabupaten Kendal menggelar tasyakuran dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Kendal ke-421 di Greenlan Hotel Nglimut Gonoharjo, Limbangan, Senin(03/08/2026) siang.

Mewakili Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari yang berhalangan hadir, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Kendal, Wiwit Andariono mengucapkan terima kasih kepada seluruh anggota FKB yang telah ikut serta dalam membangun dan memajukan Kabupaten Kendal selama ini.

Menurut Wiwit Andariono, tasyakuran Hari Jadi Kabupaten Kendal yang ke- 421 ini, sebagai ajang silaturahmi dan kebersamaan dalam merefleksikan perjalanan panjang pengabdian para pendahulu.


Menurutnya, sebuah perjalanan yang tidak lepas dari keteladanan para pendiri, utamanya ki Tumenggung Bahurekso yakni bupati pertama yang menanamkan keberanian dan ketulusan pengabdian kepada rakyat.

“Semoga semangat itu terus menjadi pengingat bagi kita semua, bahwa setiap amanah harus dijalankan dengan tulus dan selalu berpihak kepada masyarakat,”katanya.

Hari Jadi Kendal tahun ini mengangkat tema “Melangkah Cepat Menuju Kendal Berdikari”.
“Tema ini adalah ajakan untuk kita semua agar terus bergerak bersama saling menguatkan dan menghadirkan perubahan yang benar- benar dirasakan masyarakat,”ujarnya.


Perwakilan dari FKB, Djoko Al Fajar mengatakan, 421 adalah perjalanan panjang sejak 28 Juli 1605 ketika Kanjeng Tumenggung Bahurekso menerima amanah menjadi bupati pertama Kendal.

Dasar hukumnya juga jelas tertuang dalam perda Kabupaten Kendal Nomor 2 Tahun 2015 tentang Hari Jadi Kabupaten Kendal. Sejak itu, Kendal lahir dengan tiga nafas, yaitu keberanian, pengabdian dan keadilan.

“Hari ini sebelum kita duduk di tempat mulia ini, menjelang siang tadi kita telah bersama- sama berziarah ke Makam almarhum Hendy Boedoro di Cangkiran Mijen Semarang. Kami datang bukan hanya untuk tabur bunga, akan tetapi untuk belajar. Belajar tentang pemimpin yang berani bermimpi besar, belajar tentang kerja nyata yang meninggalkan jejak jalan, jembatan, pasar dan semangat membangun,”ungkap Fajar.


Menurut Fajar, sejarah tidak bertanya siapa yang paling keras suaranya. Tapi sejarah bertanya siapa yang paling tulus baktinya untuk rakyat. Dari Bahurekso ke Hendy Boedoro, hingga Dyah Kartika Permanasari hari ini, lanjut Fajar, tongkat estafet itu terus berpindah.

“Mari kita jadikan 421 tahun ini sebagai titik balik. Titik balik untuk bersatu, titik balik untuk bekerja dan titik balik untuk membanggakan Kendal,”pintanya.

Owner Greenlan Hotel Nglimut, Gonoharjo Limbangan, H. Murdoko mengatakan, di era Almarhum H. Hendy Boedoro, Bupati Kendal periode 2010-2015 dan 2016-2021, sejarah Kendal menuliskan babak baru.

Beliau adalah bupati yang berani. Berani membangun infrastruktur, berani menata birokrasi, berani bermimpi besar untuk Kendal.

“Jalan, jembatan, terminal, Pelabuhan Kendal, dan kita harus bangga bahwa wajah Kendal hari ini banyak yang merupakan buah pikir dan kerja keras beliau. Hari ini kita telah berziarah ke makam beliau di Cangkiran. Karena kami percaya, pemimpin yang baik tidak akan pernah mati. Namanya hidup dalam karya,”terang H.Murdoko.

Dan hari ini, estafet itu dilanjutkan. Di bawah kepemimpinan Dyah Kartika Permanasari, Bupati Kendal 2025-2030, kita memasuki era baru. Era digital, era kolaborasi, era perempuan hebat yang membuktikan bahwa memimpin itu soal hati, data, dan keberanian.

Visi “Kendal Lebih Maju, Makmur, dan Berkeadilan” bukan sekedar slogan. Itu adalah janji sejarah.

Terkait Ziarah ke Makam Bupati Kendal pertama, Temenggung Bahurekso, di Desa Lebaksiu Kidul, Kecamatan Lebaksiu, Kabupaten Tegal, kegiatan itu merupakan bagian dari peringatan Hari Jadi Kabupaten Kendal ke-421.

Ziarah tersebut tidak sekadar menjadi tradisi tahunan, tetapi juga momentum untuk mengenang sekaligus meneladani nilai-nilai kepemimpinan Temenggung Bahurekso dalam menjalankan pemerintahan.

Yang jelas, Tumenggung Bahurekso mulai menjabat sebagai Adipati (Bupati) Kendal yang pertama yang dilantik pada tanggal 12 Robiul Awal 1412 Hijriyah atau bertepatan dengan tanggal 28 Juli 1605 merupakan patokan hitungan Hari Jadi Kabupaten Kendal.(SPW)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini