Beranda Berita Utama Para Pakar dan Penggiat Batik Kumpul Bareng Ikuti Zoom Meeting, Ini Hasilnya

Para Pakar dan Penggiat Batik Kumpul Bareng Ikuti Zoom Meeting, Ini Hasilnya

235
0

KENDAL, TERASMEDIAGO.ID-Para pakar dari Universitas Sebelas Maret(UNS) Solo dan penggiat batik dari Kendal, menggelar acara zoom meeting dari Malaysia, di rumah Zahroni selaku pemilik batik linggo yang ada di Desa Gonoharjo, Kecamatan Limbangan, Sabtu(02/05/2026).

Tema dalam zoom meeting tersebut adalah “Inovasi Teknologi dan Desain UKM Batik Ciprat di Kendal Upaya UKM Naik Kelas”.

Kegiatan ini merupakan hibah non APBN Universitas Sebelas Maret Solo dalam skema program pengabdian kepada masyarakat.

Penggiat Batik Kendal, Widya Kandi Susanti, yang juga mantan Bupati Kendal periode 2010- 2015 yang hadir pada acara ini, mengatakan, zoom meeting ini salah satunya membahas terkait kendala, pemasaran dan perkembangan batik khusunya batik ciprat yang ada di Kabupaten Kendal.


“Kami dapat support dari UNS, di mana yang datang para pakar- pakar. Masukan- masukan dari mereka sangat luar biasa untuk pengembangan batik, khususnya batik ciprat yang ada di Kabupaten Kendal,”kata Widya Kandi Susanti.

Menurut Widya, agar pelaku usaha batik bisa berkembang dengan baik, perlu adanya pendampingan, pemasaran serta peran dari Pemerintah Kabupaten Kendal.

“Tidak hanya pemasarannya saja, tapi juga kendala yang dihadapi para pelaku usaha batik. Jadi kegiatan ini nanti akan dijadikan solusinya,”kata Widya Kandi Susanti.

Bahkan, jika nantinya akan ada bantuan mesin untuk pengering batik, itu lebih bagus. Namun harus tahu dulu esensi batik itu seperti apa. Batik yang dari Unisco, itu melalui proses malam panas, kalau itu tidak melalui proses malam panas, artinya bukan batik, tapi tekstil.

“Nah, kalau mau batik ciprat ini disebut sebagai batik, ya harus ada proses dulu menggunakan malam panas, baru kemudian ciprat. Jadi ada kombinasi yang cocok dengan ciprat, sehingga esensi batik dan estetika batik itu tidak hilang,”ungka Widya Kandi Susanti.

Widya Kandi Susanti menegaskan, batik cipart dulu yang menemukan adalah dirinya sekitar tahun 2004- 2005, dan baru diadakan pelatihan tahun 2011. Jadi belum relatif lama di Kendal, karena belum bisa booming maka harus ada support dari Pemerintah Daerah melalui dinas terkait.

“Ya harus ada pendampingan, kemudian bagaimana cara permodalan dan pemasaran. Kalau pemerintah daerah tidak hadir, ya bagaimana batik itu bisa dikenal orang dan berkembang,”tegasnya.

Prof. Dr. Rahmawati, Msi, Ak., CA dari Universitas Sebelas Maret, mengatakan, kegiatan ini merupakan kolaborasi Universitas Sebelas Maret dengan Universitas Serawak Malaysia untuk melakukan inovasi teknologi dan inovasi desain khususnya batik ciprat.

Menurut Prof, Rahmawati, diacara ini muncul akan adanya bantuan mesin feeder dan mesin pemanas, karena selama ini para pengrajin batik melakukannya dengan cara manual memakai tangan, sehinga berulang- ulang dan tangannya pun kotor.

“Kalau pakai mesin feeder nanti sebagai penggeraknya bisa manual, dan pakai mesin juga bisa. Tapi karena di sini proses mewarnainya tidak langsung 20 meter, tapi dari dua meter kemudian dua meter setengah, jadi harus manual dulu, digerakan dengan menggunakan tangan,”terang Rahmawati.

Menurut Rahmawati, mesin pemanas itu baru akan digunakan jika cuaca hujan dan tidak ada matahari, karena memakai pemanas itu batik akan cepat kering, terlebih jika ada pesanan yang harus segera dikirim.

Fasilitator kegiatan Ashari, mengatakan, bahwa pihaknya saat ini sedang menempuh pendidikan S3 di UNS, dan kebetulan ada tugas penelitian atau riset, makanya dia ikut dalam kegiatan ini.

“Saya bekerja di BPR Kendali Arta milik Pemerintah Kabupaten Kendal, meskipun ini tidak ada hubungannya dengan BPR Kendali Artha, saya mendorong terkait dengan batik ini, untuk bisa dilakukan riset atau penelitian inovasi di Kabupaten Kendal,”kata Ashari.

Ashari menyebut, program ini 100 persen adalah hibah, jadi anggaran Kendal 0 rupiah, sehingga bisa meningkatkan naik kelas UKM yang ada di Kabupaten Kendal.

Sementara itu, Zahroni mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Kendal dan kepada UNS Solo, karena program ini sangat mendukung bagi dirinya selaku pembatik di Kabupaten Kendal.

Terlebih, nantinya akan ada bantuan mesin dan peralatan- peralatan yang baru, sehingga bisa dimanfaatkan untuk mengedukasi anak-anak disabilitas untuk membuat batik.
“Semoga ke depan bisa berinovasi dan bekerja sama terus,”kata Zahroni. (SPW)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini