Beranda Berita Utama Puluhan Ribu Warga Berebut Apem di Klampeyan Jatinom

Puluhan Ribu Warga Berebut Apem di Klampeyan Jatinom

37
0
Panitia sedang menyebar apem dari atas menara.(Foto:TM/ SPW)

KLATEN, TERASMEDIAGO.ID – Puluhan ribu warga dari berbagai daerah menghadiri tradisi sebar apem di Jatinom, Klaten, Jawa Tengah, Jumat (31/7/2026).

Panitia tradisi Saparan Yaaqawiyyu ini menyediakan 65 ribu apem yang disebar untuk pengunjung.

Kegiatan yang sudah berlangsung turun temurun ini, diselenggarakan oleh Yayasan Pengelola Pelestari Peninggalan Kyahi Ageng Gribig (P3KAG) Jatinom, didukung oleh pemerintah Kecamatan Jatinom dan Pemda Klaten.

Menurut Dewan Pembina Yayasan P3KAG KRMT Moh Daryanto, tahun ini Saparan Yaaqawiyyu dengan tema Berdoa untuk Negeri.

“Tradisi ini namanya Grebeg Ageng Perayaan Andum Apem Yaaqawiyyu Kyahi Ageng Gribig Jatinom, Klaten. Tahun ini tetengernya Ing Ngaluhur Rinasa Trusthaning Gusti yang mempunyai tujuan berdoa. Jadi temanya tahun ini berdoa untuk negeri,” jelas Moh Daryanto.

Setelah salat Jumat selesai, dua gunungan apem lanang dan wadon diarak dari Masjid Gede menuju Oro-oro Klampeyan yang lokasinya di selatan masjid. Rombongan paling depan adalah Menko Perekonomian Airlangga Hartarto yang mewakili trah Ki Ageng Gribig beserta pejabat lainnya.

Hadir Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo, Kapolresta Klaten Kombespol Ari Cahya Nugraha, Dandim 0274/ Klaten Letkol Inf Slamet Hardiyanto, Raja Keraton Kasunanan Surakarta versi KGPH Hangabehi, dan lain-lain.

Dijelaskan Daryanto, apem berasal dari kata ‘afuwun’ yang artinya Allah SWT maha pengampun. Jadi nyebar apem itu nyebar ampunan, memberi maaf,” ujarnya.

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dalam sambutannya mengatakan tradisi Yaaqawiyyu bukan saja untuk meneladani ajaran Ki Ageng Gribig, namun juga sebagai simbol semangat berbagi atau bersedekah.

“Bukan sekadar tradisi, tapi juga simbol sedekah dan berbagi serta gotong royong. Juga menghormati para pejuang, serta membangkitkan ekonomi kerakyatan,” kata Airlangga.

“Bertahun-tahun kami hadir, dan tidak berkurang yang hadir dan selalu bertambah. Hari ini diperkirakan 50 ribu yang hadir. Apakah tradisi ini perlu dipertahankan?” tanya Airlangga retoris, yang disambut teriakan ‘perlu’ dari ribuan pengunjung.

Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo mengapresiasi kerja keras panitia dan semua pihak yang mendukung lancarnya kegiatan tradisi ini. Baginya, tradisi Saparan Yaaqawiyyu tidak bisa lepas dari sosok ulama kharismatik Ki Ageng Gribig, yang telah mengajarkan nilai-nilai kemanusiaan, bersedekah, gotong-royong, keagamaan serta perekonomian.

“Dari tradisi Saparan Yaaqawiyyu ini, banyak warga yang membuka lapak berjualan kue apem untuk dibeli pengunjung, sehingga perekonomian menggeliat,” ujar Hamenang.

Salah seorang pengunjung, Java asal Boyolali mengaku ikut berdesakan ingin ngalab berkah. Dirinya mendapatkan 3 buah apem.

“Ingin ngalab berkah dari Eyang Ki Ageng Gribig dengan rebutan apem ini, alhamdulilah ini mendapat 3 buah,” kata Java.

Sedang warga yang membuka lapak dadakan, Nur, mengaku memperoleh rejeki lumayan banyak dari berjualan apem.

“Ini apemnya dibuat mendadak, jadi masih hangat, harganya murah,” kata Nur.

Warga berharap, tradisi ini terus dipertahankan. Agar ruh perjuangan Ki Ageng Gribig terus dikenang oleh semua masyarakat. (Hasna)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini