Beranda Berita Utama Rusunawa Tambakromo Cepu Tidak Pernah Penuh? Silakan Baca

Rusunawa Tambakromo Cepu Tidak Pernah Penuh? Silakan Baca

129
0

CEPU, SAPAJateng.id — Tingkat hunian  Rusunawa atau Rumah Susun Sederhana Sewa di Kelurahan Tambakromo, Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora Jawa Tengah yang dikelola Pemerintah Kabupaten Blora belum bisa terpenuhi hingga 2025.

Kabid Perumahan dan Permukiman Dinrumkimhub Kabupaten Blora, Denny Adhiharta Setiawan menjelaskan bahwa  tingkat keterisian unit di rusunawa tersebut belum pernah terisi secara penuh.

Padahal, lanjut Denny Adhiharta Setiawan, harga sewa per unit rusunawa tersebut hanya berkisar antara Rp 50 ribu hingga Rp 125 ribu, tergantung pada lokasi lantai.

“Rusunawa itu ada lima lantai, dengan total kamar 99 unit. Tidak pernah terisi penuh, dari awal mungkin tingkat huniannya berkisar 70 persen hingga 80 persen,” kata Denny Adhiharta Setiawan, belum lama ini.

Menurut Denny Adhiharta Setiawan, total penghuni di rusunawa tidak pernah pasti, bahkan sering terjadi keluar masuk pergantian penghuni.

“Penghuninya sering keluar masuk, terkadang ada yang menghilang tanpa permisi,” ujar Denny Adhiharta Setiawan.

Lebih lanjut, Denny Adhiharta Setiawan menyampaikan guna mengantisipasi keluarnya penghuni tanpa permisi, pihaknya mewajibkan uang jaminan tiga bulan.

Nantinya uang tersebut akan dikembalikan bila penghuni rusunawa itu keluar.

“Jaminannya tiga bulan sewa unit rusunawa,” jelas Denny Adhiharta Setiawan.

Denny Adhiharta Setiawan menyampaikan bahwa harga sewa rusunawa di lantai satu hanya dikenai Rp 50 ribu.

Namun untuk lantai satu hanya dikhususkan bagi para difabel dan penghuni lansia.

Selanjutnya, untuk lantai dua dan seterusnya diperuntukan bagi umum, namun biaya sewa dilantai dua menjadi termahal, yaitu Rp 125 ribu. Lalu lantai tiga 100 ribu, lantai empat Rp 75 ribu dan lantai lima Rp 50 ribu.

“Saat ini pembayaran masih tunai, namun kami targetkan bulan depan akan diberlakukan pembayaran non tunai,” ucapnya.

Sementara itu, Pengelola Rusunawa Tambakromo Cepu, Sunarko menyampaikan tingkat keterisian saat ini 79 unit. Pada lantai lima menjadi lantai dengan keterisian yang paling rendah.

“Untuk yang kosong, lantai 5 ada 11 unit, lantai 2 ada 6 unit, lantai 4 ada 2 unit, terakhir lantai 3 ada 1 unit,” jelas  Sunarko.

Sunarko menjelaskan untuk lantai 1 hanya ada 3 unit dan sudah terisi difabel dan lansia.

Kemudian pada lantai satu, menjadi lokasi fasilitas umum bagi penghuni rusunawa.

“Lantai satu itu ada mushola, tempat parkir, kantor, aula, gudang hingga toilet umum,” ujar  Sunarko.

Sunarko menambahkan, total setoran yang terkumpul dari uang sewa rusunawa tidak pasti, namun rata-rata yang terkumpul berkisar Rp 6 juta hingga Rp 7 juta per bulan.

“Uang sewa ngga pasti, beberapa ada yang terlambat menjadi kendala,” tandasnya.(KUN)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini