Beranda Berita Utama Wagub Jateng Kunjungi Desa Kranggan Sentra Perajin Pande Besi

Wagub Jateng Kunjungi Desa Kranggan Sentra Perajin Pande Besi

76
0

KLATEN, TERASMEDIAGO.ID – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen menilai Desa Kranggan, Kecamatan Polanharjo, Klaten, berhasil dalam pembangunan berbasis kolaborasi.

Berbagai keberhasilan sudah dicapai antara lain pendirian Posyandu Jiwa Gemas Ketawa (Gerakan Masyarakat Sadar Kesehatan Jiwa), pengembangan Museum Besalen Koripan, dan program pemberdayaan lainnya.

Demikian dikatakan Taj Yasin saat menghadiri Festival Pande Besi dan Opor Beber di Desa Kranggan, Jumat (26/6/2026).

Di program Posyandu Jiwa Gemas Ketawa, dinilai Wagub sejalan dengan konsep Pemprov Jateng dalam mengembangkan Klinik Disabilitas.

“Di konsep Posyandu Jiwa Gemas Ketawa ini, Pemdes Kranggan tidak hanya melakukan pendampingan saja dalam berobat secara berkala, namun juga mendorong mereka untuk tetap produktif melalui berbagai kegiatan pemberdayaan,” jelas Wagub Taj Yasin.

Sedang untuk Museum Besalen Koripan yang terwujud didampingi Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, menjadikan desa tersebut menjadi desa wisata edukasi dan wisata budaya.

Keberhasilan Desa Kranggan yang membangun dengan berkolaborasi bersama masyarakat, Pemdes, Perguruan Tinggi, dan Bumdes, akan dijadikan referensi untuk Program Desa Dampingan yang berjumlah 61 desa di Jawa Tengah.

Sementara Kepala Desa Kranggan, Gunawan Budi Utomo menjelaskan, dulu Desa Kranggan masuk wilayah Koripan yang meliputi Desa Kranggan, Desa Segaran, dan Desa Keprabon. Koripan ini menjadi sentra perajin pande besi yang menghasilkan keris, pisau, dan peralatan pertanian.

“Namun seiring berjalannya waktu, sentra pande besi mulai terkikis, perajinnya tidak sebanyak dulu. Kini produk yang dihasilkan hanya pisau dan alat pertanian saja,” kata Kades Gunawan.

Agar jejak kejayaan leluhur tidak terlupakan untuk generasi penerus, maka Pemdes Kranggan merintis mendirikan Museum Besalen Koripan.

“Isi museum berupa peralatan peninggalan masa kejayaan pande besi para leluhur dan produk berupa aneka pisau, serta keris, juga ada peta jadul, dan lain-lain,” ujarnya.

Untuk menunjang desa wisata budaya sekaligus wisata edukasi, Pemdes Kranggan juga melengkapi dengan wisata kuliner, menunya adalah opor bebek.

“Opor bebek yang kami kenalkan ini, semoga bisa menjadi pelengkap wisata budaya dan edukasi,” ucapnya.

Opor bebek di Desa Kranggan ini, mempunyai cita rasa unik. Rasanya gurih, manis, bumbu meresap dengan kuah kental, semakin menambah kenikmatan. (Hasna)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini