Beranda Berita Mahasiswa KKN Tematik 44 Undip Adakan Pelatihan dan Sosialisasi Kewirausahaan di Desa...

Mahasiswa KKN Tematik 44 Undip Adakan Pelatihan dan Sosialisasi Kewirausahaan di Desa Gatak

69
0
Mahasiswa KKN sedang foto bersama.(Foto:SJ/Hasna)

KLATEN, SAPA Jateng.ID – Mahasiswa KKN Tematik 44 Undip mengadakan pelatihan dan sosialisasi kewirausahaan di Desa Gatak, Kecambah Delanggu, Klaten, Jawa Tengah.

Kegiatan yang dilakukan Kelompok 2 ini, berlangsung selama dua hari yaitu Jumat – Sabtu (8-9/8/2025).

Ketua Kelompok, Nathaniel, mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk membekali generasi muda agar lebih mengenal tentang kewirausahaan.

“Kami mampu tujuan agar para generasi muda lebih mandiri secara ekonomi bila sudah menjalankan wirausaha. Sehingga ke depan, para generasi muda tidak hanya bergantung pada orangtua maupun menjadi beban orang lain,” kata Nathaniel.

Di Kelompok dua ini, lanjut Nathaniel, ada 16 mahasiswa yang semuanya terlibat aktif dalam kegiatan. Di antaranya yang menjadi pemateri yaitu Ahmad Aufa Kholqi, Arizal Rohid Khana, Isack Josua Sasmita Siahaan, Kayla Dhatu Basyasyah, dan Marshanda Putri Firdaus.

Kewirausahaan ini, menurut Nathaniel, mampu menjadi solusi untuk mengurangi angka pengangguran, sekaligus membuka lapangan pekerjaan baru.

Pelatihan dan sosialisasi yang dilakukan mahasiswa KKN Tematik 44 UNDIP Kelompok 2 yaitu dengan memberikan wawasan seputar dasar-dasar berwirausaha, strategi memulai usaha, serta cara memanfaatkan potensi lokal yang ada di Desa Gatak.

Materi yang disampaikan disesuaikan dengan kondisi dan peluang di lingkungan sekitar, sehingga lebih mudah diterapkan. Agar tidak jenuh, pelatihan dilakukan secara intensif dengan memadukan pemaparan materi dan diskusi interaktif.

“Dengan diskusi interaktif, materi bisa mudah diterima oleh peserta,” lanjut Nathaniel.

Hari pertama, paparan fokus pada pembahasan peraturan umum yang berkaitan dengan UMKM menggunakan dasar hukum dan undang-undang yang berlaku.

Materi mencakup etika bisnis, penggunaan label produk yang legal dan aman, payung hukum UMKM, hak dan kewajiban antara wirausahawan dan konsumen, serta pentingnya Nomor Induk Berusaha (NIB) bagi pelaku UMKM.

Peserta juga mendapatkan wawasan mengenai strategi penamaan merek sebagai identitas produk, serta branding produk yang menjadi langkah awal penting untuk membangun citra usaha.

Hari kedua, materi difokuskan pada pembahasan digitalisasi dalam wirausaha. Peserta diajak belajar bagaimana mahir melakukan pemasaran, memanfaatkan media digital secara optimal, serta memahami konsep digitalisasi UMKM.

Materi juga menekankan pentingnya pencatatan keuangan yang baik, teknik menyambut pelanggan dengan ramah sebagai strategi meningkatkan penjualan, hingga tips melek tren global.

Selain itu, peserta juga dibekali panduan membuat slogan bisnis dalam bahasa Inggris yang menarik, dan dikenalkan pada platform UMKMKlaten.com sebagai sarana untuk membawa usaha generasi muda Klaten naik level.

Peserta nampak antusias mengikuti sosialisasi kewirausahaan tersebut. Salah seorang peserta, Mohammad Dodi Yuliyanto, menyambut baik kegiatan sosialisasi dari Mahasiswa KKN Undip ini.

“Setelah mengikuti program pelatihan kewirausahaan ini, saya menjadi tertarik untuk membuka usaha, sehingga bisa menciptakan lapangan pekerjaan untuk orang lain,” ujar Dodi.

Para pemateri yaitu Mahasiswa KKN Tematik 44 Undip Kelompok 2 berharap agar pengetahuan yang telah dibagikan ini, tidak berhenti pada pelatihan ini saja.

“Kami menginginkan para pemuda di Desa Gatak bisa mengembangkan wirausaha secara berkelanjutan, sehingga mampu menjadi motor penggerak perekonomian desa di masa depan,” pungkas Nathaniel.

Perlu diketahui, potensi di Desa Gatak adalah kuliner khas lumpia duleg yang sangat legendaris. Saat ini pemasarannya masih tradisional yaitu dengan cara ditawarkan berkeliling. (Hasna)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini