Beranda Berita Peradi SAI Purwokerto Bantu Ratusan Bibit Pohon Tabebuya ke Warga Banyumas

Peradi SAI Purwokerto Bantu Ratusan Bibit Pohon Tabebuya ke Warga Banyumas

78
0

BANYUMAS, SAPA Jateng.id-Sebagai rangkaian kegiatan dalam rangka memperingati HUT Republik Indonesia ke-80, Peradi SAI Purwokerto bersama Forkompicam dan pelajar SMP melakukan penanaman bibit pohon tabebuya di Desa Tiparkidul, Kecamatan Ajibarang, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Jumat, 15 Agustus 2025.

Kegiatan ini menjadi simbol keberlanjutan semangat perjuangan bangsa melalui pelestarian lingkungan oleh generasi muda. Dalam penanaman bibit pohon tebubuya ini, pihak Peradi SAI memberikan bantuan sebanyak 700 pohon.

Aksi yang melibatkan berbagai elemen, termasuk siswa SMP PGRI 1 Ajibarang yang menjadi simbol generasi penerus bangsa.
Kegiatan ini diprakarsai oleh Dewan Kehormatan Dewan Pimpinan Nasional Perhimpunan Advokat Indonesia Suara Advokat Indonesia (Peradi SAI) Dr. Juniver Girsang melalui Ketua Peradi SAI Purwokerto H. Djoko Susanto, SH, bersama Wakil Ketua Divisi Pencegahan Daya Rusak Air TKPSDA Serayu Bogowonto Eddy Wahono, Forum Relawan Lintas Organisasi (Fortasi), Forkopimcam Ajibarang, dan Pemerintah Desa Tiparkidul.

Kepala Desa Tiparkidul, Handoyo, menyampaikan rasa syukur atas kepedulian berbagai pihak terhadap lingkungan.

“Alhamdulillah, dari Peradi SAI telah peduli terhadap lingkungan. Semoga desa-desa lain juga ikut peduli, dan kegiatan ini memberi manfaat besar bagi masyarakat,” ujarnya.

Camat Ajibarang, Paryono, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat, khususnya Peradi SAI Banyumas di bawah kepemimpinan H. Djoko Susanto.

“Agenda tanam pohon ini sangat kami dukung sebagai upaya konservasi lingkungan. Harapannya, ini menjadi warisan berharga bagi generasi mendatang untuk menjaga Ajibarang tetap lestari,” ucapnya.

Senada, Eddy Wahono dari TKPSDA Serayu Bogowonto menyoroti pentingnya menjaga daerah resapan air yang kini semakin berkurang akibat alih fungsi lahan.

“Konservasi adalah pilar utama dalam pengelolaan sumber daya air. Kehadiran masyarakat sangat penting sebagai ujung tombak pelestarian lingkungan,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa kerusakan alam telah menyebabkan munculnya banjir bandang dan hilangnya mata air. Menurutnya, gerakan tanam pohon adalah langkah konkret dalam mencegah daya rusak air dan menjamin ketersediaan air bersih di masa depan.

H. Djoko Susanto, SH menambahkan bahwa kegiatan ini tidak hanya bertujuan menanam pohon secara fisik, tetapi juga menanam nilai-nilai nasionalisme pada generasi muda.

“Kami menanam pohon untuk masa depan, sekaligus memberikan contoh kepada anak-anak. Dengan membagikan bendera merah putih, kami ingin menumbuhkan rasa cinta Tanah Air sejak dini,” ujarnya.

Penanaman pohon tabebuya yang dikenal dengan bunga indahnya ini juga membawa harapan akan masa depan yang lebih hijau, lestari, dan penuh semangat kebangsaan. (Ryon)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini