SUKOHARJO, SAPA Jateng.id– Wakil Bupati Sukoharjo, Sapto Eko Purnomo, membuka ajang turnamen sepakbola Sapto Cup VI di lapangan Desa Klumprit, Mojolaban, Sukoharjo, Jawa Tengah, Sabtu sore (6/9/2025).
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Sukoharjo mengajak masyarakat untuk saling menjaga persatuan dan kesatuan, menciptakan suasana damai kondusif dan tidak mudah terprovokasi oleh hasutan yang tidak bertanggungjawab.
Penggagas terselenggaranya Sapto Cup ini mengatakan, bahwa turnamen ini tidak sekedar bermain bola, namun juga bertujuan ganda. Yaitu sebagai ajang pembinaan sepakbola di daerah untuk mencari bibit-bibit unggul yang baru, menggeliatkan perekonomian warga, sebagai hiburan, juga mempererat tali silaturahmi.
“Mari kita nikmati gelaran turnamen ini penuh kegembiraan, saling mengingatkan satu sama lain, dan saling menjaga persatuan dan kesatuan,” kata Sapto Eko.
Sapto Cup VI kali ini diikuti oleh 16 tim kesebelasan yakni Bugel Polokarto, Persema Manang, Jatiputra Polokarto, Jabosick Baki, FFSR Sukoharjo, Anggrek Semi Palur, Pamenang parangjoro, BNPL Indonesia Sukoharjo, dan MDI Sukoharjo.
Juga ada MTA Surakarta, Buls CK 167 Karanganyar, Bistan Surakarta, Putra Mulur Bendosari, Putrani Karanganyar, Casa Persega Karanganyar dan MJ musik Sukoharjo.
Turnamen berlangsung mulai tanggal 6 sampai 21 September 2025. Kualitasnya pun tak diragukan karena sebagian pemain yang berlaga diketahui merupakan pemain dari Liga 2 dan Liga 3. Panitia juga menyiapkan total hadiah yang fantastis.
Seperti yang dinantikan penonton, Sapto Cup VI juga menyediakan doorprize istimewa. Untuk doorprize utama bagi penonton mulai semifinal ada sepeda listrik. Dan puncaknya di Pertandingan final 2 unit sepeda motor dan sepeda listrik serta banyak hadiah menarik lainnya.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Desa Klumprit, Hartana, mengaku bangga lapangan desanya dapat menjadi tuan rumah acara sebesar ini.
Menurutnya, kualitas lapangan Klumprit sudah setara dengan lapangan yang digunakan untuk kompetisi Liga 2.
“Ini lapangan kebanggaan kami. Kami jaga kualitas dan sejauh ini tidak sepi pemain,” ungkap Hartana.
Ia menambahkan, pihaknya memiliki rencana untuk menambah fasilitas seperti tribun untuk menunjang kenyamanan penonton.
Turnamen sepak bola ini sendiri memiliki sejarah panjang. Hartana menuturkan bahwa Sapto Cup sudah diselenggarakan sejak 2016, sempat terhenti akibat pandemi, dan kini kembali rutin digelar.
Dengan fasilitas yang terus ditingkatkan, ia berharap akan semakin banyak turnamen berkualitas yang bisa diselenggarakan di Desa Klumprit di masa depan.
Turnamen sepakbola Sapto Cup sudah dimulai sejak tahun 2016, 2017, 2018, dan sempat terhenti karena pandemi covid. Lalu dilanjut pada 2023, 2024, dan 2025 tahun ini. (Likwi)









