Beranda Berita Sekitar 100 Orang Pengurus Tani Merdeka Wilayah Khusus Bonokeling Dilantik Don Muzakir

Sekitar 100 Orang Pengurus Tani Merdeka Wilayah Khusus Bonokeling Dilantik Don Muzakir

154
0

BANYUMAS, TERASMEDIAGO.ID– Pelantikan Pengurus Tani Merdeka Indonesia (TMI) Wilayah Khusus Komunitas Adat Bonokeling berlangsung khidmat di Desa Pekuncen, Kecamatan Jatilawang, Kabupaten Banyumas, Rabu (15/10/2025).

Acara yang dihadiri langsung oleh Ketua Umum TMI, Don Muzakir, itu berjalan sesuai dengan tata cara adat Bonokeling dan menjadi momentum yang sangat penting bagi penguatan kedaulatan pangan berbasis tradisi lokal.

Sebanyak 100 lebih pengurus TMI Wilayahq Khusus Adat Bonokeling resmi dilantik dan qmenerima Surat Keputusan dari Dewan Pimpinan Nasional TMI. SK tersebut diserahkan oleh Don Muzakir dan diterima oleh Aris Munandar selaku Ketua TMI Wilayah Khusus Komunitas Adat Bonokeling.

Dalam sambutannya, Don Muzakir menegaskan bahwa pembentukan TMI Wilayah Khusus Adatq Bonokeling merupakan hasil persetujuan dan arahan dari Ketua Dewan Pembina TMI Pusat, Sudaryono, yang juga menjabat sebagai Wakil Menteri Pertanian periode 2024–2029.

Don Muzakir menyebut bahwa masyarakat adat memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan hidup antara manusia dan alam, terutama di sektor pertanian.

“Orang bertani di Indonesia ini adalah bagian dari adat. Karena itu, sudah selayaknya masyarakat adat yang masih memegang teguh tradisinya mendapat tempat khusus dalam organisasi ini,” ujar Don Muzakir.

Don juga menambahkan bahwa komunitas adat seperti Bonokeling menjadi bukti nyata ketahanan sosial dan kultural bangsa.

“Komunitas adat telah hidup saling menghidupi selama ratusan tahun. Mereka menjaga pola hidup yang tertata dan diwariskan lintas generasi. Sudah saatnya komunitas adat mendapat perhatian dan tempat yang layak di hadapan penguasa,” kata Don Muzakir disambut tepuk tangan para hadirin.

Sebelum pelantikan dimulai, Don Muzakir terlebih dahulu diterima oleh para sesepuh adat Bonokeling di Rumah Adat Bedogol. Ia kemudian disematkan iket kepala sebagai simbol diterimanya sebagai bagian dari keluarga besar Bonokeling.

Dari rumah adat, rombongan berjalan kaki sejauh sekitar 300 meter menuju lumbung padi utama untuk membuka gudang secara simbolis.

Melihat kondisi bangunan lumbung yang mulai rapuh, Don Muzakir secara spontan menyatakan kesediaannya untuk membantu memperbaiki fasilitas tersebut.

“Lumbung padi ini adalah contoh Bank Rakyat yang nyata. Dari sinilah masyarakat saling menolong di masa sulit. Dengan lumbung padi, rakyat tidak akan kelaparan,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua TMI Wilayah Khusus Adat Bonokeling, Aris Munandar, menjelaskan bahwa tradisi lumbung padi merupakan warisan budaya yang memiliki fungsi vital bagi ketahanan pangan masyarakat setempat.

“Di Pekuncen terdapat 23 lumbung padi yang dikelola bersama. Sistemnya gotong royong — warga bisa meminjam gabah saat masa paceklik dan mengembalikannya setelah panen. Ini bukan hanya mekanisme ekonomi, tapi juga cara menjaga solidaritas dan kelestarian budaya,” kata Aris.

Menurutnya, semangat lumbung padi mencerminkan filosofi hidup masyarakat Bonokeling: urip iku urup — hidup harus memberi manfaat bagi sesama. Tradisi ini juga menjadi contoh konkret bahwa ketahanan pangan nasional dapat dibangun dari kekuatan lokal dan kearifan adat.

Peneliti dari Universitas Jenderal Soedirman turut menilai tradisi lumbung padi Bonokeling sebagai model mitigasi krisis pangan berbasis lokal yang efektif dan berkelanjutan. Mereka menekankan pentingnya pelestarian sistem ini sebagai bagian dari strategi ketahanan pangan nasional.

Pelantikan Tani Merdeka Wilayah Khusus Bonokeling bukan sekadar seremoni organisasi, melainkan penegasan bahwa kedaulatan pangan rakyat berakar pada tradisi dan gotong royong masyarakat adat. Dari lumbung-lumbung padi di tanah Bonokeling, semangat kemandirian dan kebersamaan itu terus tumbuh, memberi teladan bagi Indonesia.

Acara pun ditutup dengan selametan dihadiri oleh 4 bedogol dan 1 juru kunci, kemudian didoakan oleh juru kunci supaya TMI wilayah khusus Adat diberkahi leluhur Bonokeling. (Hasna)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini