KENDAL, TERASMEDIAGO.ID– Program Bersih Desa Tampung Aspirasi Warga (Bersatu Siaga) dilaksanakan di Desa Brangsong, Kecamatan Brangsong, Kabupaten Kendal, Jumat (7/11/2025).
Acara ini diawali dengan bersih-bersih lingkungan dan menanam pohon oleh Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari dan Wakil Bupati Kendal, H. Benny Karnadi bersama warga sekitar Tugu Monas desa setempat.
Setelah itu dilanjutkan dengan sarapan nasi bungkus bersama-sama, dan dilanjutkan dengan diskusi dengan masyarakat setempat yang hadir untuk menampung keluh kesah warga setempat.
Dalam kesempatan ini, Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, menyampaikan, bahwa bersih-bersih harus dimulai dari rumah tangga, dengan memilah-milah sampah, sehingga akan memudahkan dalam pengolahan sampah.
Bupati juga menyampaikan, saat ini sudah masuk musim hujan, tentunya harus berhati-hati untuk meningkatkan kewaspadaan dini terhadap bencana di wilayah sekitar, karena bencana bisa datang kapan saja.
“Kegiatan ini untuk meningkatkan kembali semangat gotong-royong dan menampung aspirasi masyarakat, yang nantinya akan kita tindaklanjuti sesuai dengan regulasi yang ada,” kata bupati.
Bupati berpesan, agar Pemerintah Desa bersama-sama dengan warga dapat meningkatkan dan mengoptimalkan potensi desa dengan keratifitas, untuk kemajuan dan kesejahteraan masyarakat desa.
Wakil Bupati Kendal Benny Karnadi menambahkan, warga harus menjaga kebersihan lingkungan untuk kenyamanan diri, keluarga, masyarakat dan lingkungan sekitar.
“Jangan sampai buang sampah sembarangan terlebih membuang sampah di sungai, karena dapat menyebabkan banjir dan dapat menyebabkan penyakit lainnya akibat lingkungan yang tidak bersih,” ujar Benny.
Sementara itu, Ketua Kelompok Tani 1 Desa Brangsong, Maskon menyampaikan aspirasi untuk normalisasi Kali Blutuk yang ada di wilayah Desa Brangsong, karena saat ini sudah sangat dangkal, terlebih jika hujan sedikit saja sering meluap di jalanan.
Jazuri salah satu warga Desa Brangsong juga menyampaikan aspirasi untuk penambahan pal listrik yang ada di warga di RT. 2,3,8 dan 12, mengingat warganya sudah bertambah banyak, dan mengharapkan adanya penerangan jalan yang sepadan.
Sementara itu, bupati menanggapi apa yang menjadi aspirasi warga. Terkait dengan normalisasi sungai akan diskoordinasikan dengan Pusdataru Provinsi Jawa Tengah selaku pihak yang menangani normalisasi sungai atau kali tersebut.
“Tentunnya untuk normalisasi sungai atau kali tersebut akan segera kami koordinasikan dengan Pusdataru, karena menjadi kewenangan Provinsi Jawa Tengah. Harapannya nanti ada tindaklanjut,” terang bupati.
Sedangkan untuk penambahan pal listrik bupati meminta kepada kepala desa untuk segera mendata jumlah warganya dan setelah didata akan dikoordinasikan dengan pihak PLN.(SPW)









