Beranda Berita Utama Universitas Sahid Surakarta Latih Puluhan Difabel Membuat Batik Ciprat

Universitas Sahid Surakarta Latih Puluhan Difabel Membuat Batik Ciprat

280
0

KLATEN, TERASMEDIAGO.ID – Universitas Sahid Surakarta melatih 41 difabel di Klaten, Jawa Tengah, untuk membuat batik ciprat.

Kegiatan Program Pengabdian melalui Program Inovasi Seni Nusantara (PISN) ini berlangsung di Sekretariat Perkumpulan Penyandang Disabilitas Klaten (PPDK) Kampung  Baru, Barenglor, Klaten Utara, Sabtu (8/11/2025).

Menurut Henny Tri Hastuti Hasana, selaku Tim PISN Universitas Sahid Surakarta, program ini didanai DPPM Dikti bertajuk Inovasi Seni untuk Sanggar Insan Harapan dalam Penguatan Identitas Sosial Difabel melalui Festival Seni dan Budaya Disabilitas Klaten 2025.

Kegiatan yang juga menggandeng Yayasan Sanggar Insan Harapan sebagai mitra sasaran ini, pendampingan berlangsung selama empat bulan.

Para peserta disabilitas dari kelompok autis dan tunarungu ini, mendapatkan materi melukis dengan media kertas dan kanvas, lalu dikembangkan lagi dengan membatik ciprat di atas kain berukuran 115 cm kali 125 cm.

“Dalam kegiatan ini, kami selaku Tim Program PISN Universitas Sahid Surakarta, berkomitmen terhadap pemberdayaan masyarakat, terutama kaum difabel. Untuk difabel berusia remaja ini, kreatifitasnya bisa terwadahi dan bisa dinikmati banyak orang,” ujar Henny.

Setelah menerima teori bagaimana cara membatik ciprat, para peserta yang usianya antara 12 tahun sampai 27 tahun tersebut, dilanjutkan dengan praktek.

Awalnya, kain lembaran putih dibentangkan. Lalu para peserta secara berkelompok memberi motif dengan cairan malam di atas kain. Alat yang digunakan cukup sederhana, yaitu kuas kecil sampai kuas besar.

“Para peserta bebas mau menggambar apa saja boleh. Ada yang motif kotak-kotak, garis bergelombang, motif bunga, hanya corat-coret saja, boleh. Karena konsep batik ciprat itu cukup mudah dan bisa diterima oleh para peserta,” ujar Henny.

Setelah memberi motif, dilanjutkan dengan pewarnaan dan penjemuran. Hasilnya sangat bagus.

“Hasil para peserta ini selanjutnya akan kami pamerkan di sebuah cafe yang berada di Klaten pada akhir bulan Nopember ini,” jelas Henny.

Salah seorang peserta, Yasmin (21), dengan bahasa isyarat menjelaskan, kalau dirinya suka melukis atau menggambar. Sehingga saat ikut kegiatan ini, dirinya sangat senang.

Ketua PPDK, Qory Asmarawati mengaku sangat senang, saat Tim PISN Universitas Sahid Surakarta mengajak bermitra dalam kegiatan memajukan kreatifitas kaum difabel di Klaten ini.

“Kegiatan ini secara tidak langsung, identitas kaum difabel mulai diakui banyak masyarakat. Dengan kesempatan untuk berkreatifitas ini, kaum difabel menunjukkan bahwa mereka bisa berdaya dan berkarya,” jelas Qory.

PPDK yang telah berusia 18 tahun ini, menaungi 4 organisasi difabel dan 10 mitra dampingan dengan jumlah anggota 400 – 500 difabel.

PPDK akan melanjutkan program dari Universitas Sahid Surakarta ini dan terus berkomitmen mendampingi kaum difabel agar tetap berdaya.

Sebelumnya, juga pernah diadakan pelatihan tentang marketing online bagi difabel yang sudah mempunyai usaha UMKM, maupun bagi yang baru memulai buka usaha.
(Hasna)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini