Beranda Berita Utama Cuaca Buruk dan Gelombang Tinggi, Banyak Nelayan Tidak Melaut

Cuaca Buruk dan Gelombang Tinggi, Banyak Nelayan Tidak Melaut

107
0

REMBANG, TERASMEDIAGO.ID– Cuaca buruk yang melanda perairan utara Jawa dalam beberapa hari terakhir membuat ratusan nelayan tradisional di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, memilih untuk tidak melaut.

​Salah satu nelayan tradisional warga Desa Gegunung Wetan , Kecamatan Rembang Kota, Lasmani mengungkapkan bahwa dirinya sudah tidak melaut selama sembilan hari terakhir.

Menurutnya, ketinggian ombak di wilayah pinggir pantai saja sudah mencapai sekitar dua meter.

​”Sudah sembilan hari ini saya tidak melaut. Kalau di pinggiran sini ombaknya sekitar dua meter, tapi kalau sudah sampai tengah bisa mencapai tiga hingga empat meter,” kata Lasmani, Sabtu (7/03/2026).

Hal senada juga disampaikan oleh nelayan tradisional lainnya, Karmidi, yang sehari-hari mencari rajungan.

Karmidi menyebutkan bahwa ombak setinggi setengah meter saja sudah cukup membuat perahu kecil riskan terbalik.

Gelombang tinggi yang mencapai empatrr meter di tengah laut dinilai sangat membahayakan keselamatan, terutama bagi kapal-kapal berukuran kecil.

“Kalau perahu kecil, ombak setengah meter saja sudah tidak berani berangkat,” tuturnya.

​Berhentinya aktivitas melaut ini berdampak langsung pada kondisi ekonomi keluarga nelayan.

Tanpa ada tangkapan ikan, praktis tidak ada pemasukan harian. Banyak nelayan terpaksa mencari pinjaman untuk menyambung hidup.

​”Ya sekarang menganggur, tidak ada penghasilan sama sekali. Untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari ya terpaksa cari pinjaman lewat Bank Titil atau Bank Reboan,” ungkap Karmidi dengan nada pasrah.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi kondisi gelombang tinggi di laut Utara Jawa, masih akan berlangsung hingga satu pekan kedepan.

BMKG mengimbau masyarakat pesisir dan nelayan untuk tetap waspada terhadap potensi gelombang tinggi yang dipicu oleh angin kencang dan keberadaan awan Cumulonimbus. ( Insan Bowo )

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini