BANYUMAS, TERASMEDIAGO.ID – Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Banyumas menggelar Salat Idulfitri 1447 Hijriah di 137 lokasi yang tersebar di berbagai wilayah pada Jumat, 20 Maret 2026.
Salah satu titik pelaksanaan yang menjadi pusat perhatian warga Muhammadiyah berada di Alun-Alun Purwokerto, di mana jumlah peserta mencapai lebih dari 2.000 orang, menandakan antusiasme tinggi masyarakat dalam menunaikan ibadah secara berjamaah.
Ketua Panitia Salat Idulfitri 1447 H, Nur Fauzi, menyampaikan bahwa seluruh rangkaian kegiatan Salat Idulfitri berjalan aman dan lancar berkat dukungan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan masyarakat.
“Kami juga merayakan dengan secukupnya karena menghormati saudara-saudara yang belum merayakan hari ini,”kata Fauzi.
Fauzi menyampaikan bahwa pelaksanaan ibadah di Alun-Alun Purwokerto berlangsung lancar dengan jumlah jamaah lebih dari 2.000 orang.
Panitia menyiapkan sekitar 25 saf untuk menampung jamaah putra dan putri, sementara Salat Idulfitri digelar di 137 lokasi lain, termasuk Lapangan Mas Mansur Kampus I, Halaman Masjid at-Tajdid Kampus 2 Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Halaman Masjid 17 Purwokerto, lapangan di beberapa desa, serta halaman masjid dan sekolah Muhammadiyah di Banyumas.
Fauzi menegaskan, keseluruhan rangkaian ibadah berjalan aman, tertib, dan khidmat berkat toleransi masyarakat serta dukungan aparat keamanan dan pemerintah daerah.
Sementara itu, dalam khutbahnya, Khatib KH. Mintaraga Eman Surya, mengajak jamaah memaknai Idulfitri sebagai momentum refleksi dan penguatan iman, bukan sekadar seremoni.
Ajakan ini disampaikan dalam khutbah Salat Idulfitri yang digelar oleh PDM Kabupaten Banyumas dan dihadiri ribuan jamaah di Alun-Alun Purwokerto.
Idulfitri sebagai Momentum Evaluasi Diri
Kiai Mintaraga menekankan bahwa Idul Fitri bukan sekadar perayaan, melainkan waktu untuk merefleksikan kualitas ibadah selama Ramadhan dan menentukan komitmen menjaga amal di masa depan.
“Kita perlu bertanya pada diri sendiri, kemenangan apa yang sebenarnya kita rayakan,” ujarnya.
Takbir sebagai Wujud Kesadaran Spiritual
Ia mengingatkan bahwa takbir Idulfitri bukan hanya tradisi lisan, tetapi wujud kesadaran seorang hamba atas kebesaran Allah setelah menjalani ibadah Ramadhan.
“Takbir Idulfitri bukan sekadar tradisi lisan, tetapi wujud kesadaran seorang hamba atas kebesaran Allah setelah sebulan menjalani ibadah Ramadhan,” tegasnya.
Seruan Perkuat Ketahanan dan Kepedulian Sosial
Kiai Mintaraga mengajak jamaah untuk menjadikan Idulfitri sebagai momentum memperkuat iman, solidaritas, dan kepedulian sosial, terutama di tengah kondisi global yang penuh tantangan.
“Kemenangan sejati adalah ketika iman semakin kuat, solidaritas semakin erat, dan kepedulian sosial semakin besar,” ujarnya.
Ricky Giantoro, selaku Bendahara Umum PDPM Banyumas, menekankan pentingnya kebersamaan dan solidaritas dalam pelaksanaan Salat Idulfitri.
Dia ikut menunaikan ibadah bersama puluhan anggota KOKAM Suryakusuma Marda Banyumas, menegaskan disiplin dan komitmen kader Muhammadiyah dalam mendukung kelancaran kegiatan keagamaan di wilayah Banyumas.
“Saya ikut menunaikan Salat Idulfitri bersama puluhan anggota KOKAM untuk menunjukkan bahwa kebersamaan, solidaritas, disiplin, dan komitmen adalah fondasi utama kami sebagai kader Muhammadiyah,” ujarnya.
Pelaksanaan Salat Idulfitri 1447 H di Kabupaten Banyumas berlangsung khidmat, tertib, dan penuh makna, dengan ribuan jamaah di Alun-Alun Purwokerto dan ratusan titik lain.
Dalam khutbahnya, Ustadz KH. Mintaraga Eman Surya mengajak umat memaknai Idulfitri sebagai momentum refleksi diri, penguatan iman, dan konsistensi amal baik.
Dengan semangat kebersamaan dan kesadaran spiritual yang tinggi, Idulfitri di Banyumas tidak hanya menjadi hari kemenangan, tetapi juga menjadi pengingat pentingnya ketakwaan, kepedulian sosial, dan ketahanan umat dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.(Tarqum Aziz)









