KENDAL, TERASMEDIAGO.ID-Serikat Pekka (Perempuan Kepala Keluarga) bekerja sama dengan Universitas Ahmad Dahlan(UAD) Yogyakarta, menyelenggarakan pelatihan ‘Mindfulness’, di Balai Desa Tejorejo, Kecamatan Ringinarum, Sabtu(11/04/2026).
Kegiatan yang diinisiasi oleh Dwi Siamintarsih SKM., M.KES sebagai Core Tim Serikat Pekka ini, diikuti oleh sejumlah peserta dari perempuan cerai mati, perempuan cerai hidup, perempuan yang ditelantarkan suami, perempuan lajang yang menjadi pencari nafkah utama, perempuan bersuami yang menjadi pencari nafkah utama dan perempuan yang suaminya sakit menahun.
Pelatihan ini didesain oleh mahasiswa psikologi UAD Shofi Maritsa melalui penelitiannya berjudul “Implementasi Petatihan Mindfulness” sebagai upaya dalam meningkatkan subjective well-being pada perempuan kepala keluarga di Kabupaten Kendal.
Tujuan pelatihan ini untuk mengetahui penilaian seseorang tentang kebahagiaan dan kepuasan hidupnya sendiri.
Shofi Maritsa menyampaikan, bahwa pelatihan mindfulness ini bisa membuat ibu anggota Pekka untuk lebih menyadari dan menerima pengalaman internalnya, sehingga dapat mengurangi dominasi emosi negatif yang muncul.

Selain itu, kemampuan untuk hadir secara sadar juga akan membantu ibu anggota Pekka mengenali pengalaman positif yang sering terlewatkan dalam keseharian, seperti rasa syukur, ketenangan, dan kepuasan terhadap peran yang dijalani.
Shofi Maritsa menambahkan bahwa, pelatihan mindfulness atau kesadaran terhadap apa yang terjadi saat ini, terlaksana berkat dari bagaimana perempuan kepala keluarga harus mengelola berbagai peran dan tanggungjawab secara bersamaan, seperti mengurus keluarga dan bekerja.
Kondisi tersebut sering kali membuat individu menjalani hari secara autopilot, tanpa benar-benar menyadari pengalaman yang sedang dialami.
Fasilitator dan Praktisi psikologi positif , Ari Pusparini, M.Psi sebagai narasumber mengatakan, melalui pelatihan mindfulness akan mengajak ibu- ibu Pekka untuk belajar hadir di momen saat ini dengan penuh kesadaran melalui meditasi dan teknik grounding.
“Pelatihan ini mudah dipraktekkan secara mandiri untuk kehidupan sehari hari,”kata Ari Pusparini.(SPW)









