Beranda Berita Utama Talud dan Jembatan Dibangun Dalam Proyek TMMD Sengkuyung Tahap II Tahun 2026...

Talud dan Jembatan Dibangun Dalam Proyek TMMD Sengkuyung Tahap II Tahun 2026 di Desa Genengsari, Jarak Tempuh Lebih Cepat

45
0

SUKOHARJO, TERASMEDIAGO.ID – Dua talud dan dua jembatan akan dibangun dalam proyek TMMD Sengkuyung Tahap Dua Tahun 2026 di Desa Genengsari, Kecamatan Polokarto, Sukoharjo, Jawa Tengah.

Pelaksanaan pengerjaan proyek fisik tersebut akan berlangsung selama satu bulan. Setelah selesai, bisa segera dinikmati warga.

Demikian dijelaskan Wakil Bupati Sukoharjo, Sapto Eko Purnomo, seusai memimpin upacara pembukaan TMMD Sengkuyung Tahap Dua di Lapangan Desa Geneng, Rabu (22/04/2026).

Dalam penjelasannya, Wakil Bupati mengatakan, ada tiga jenis sasaran fisik di TMMD Sengkuyung ini. Yaitu pembangunan dua talud, pembangunan dua jembatan, dan pembuatan makadam areal pertanian.

Selain sasaran fisik, juga ada non fisik meliputi pembinaan wawasan kebangsaan (Wasbang), sosialisasi KB dan mencegah stunting, penyuluhan pertanian, pelayanan Adminduk, dan lain-lain.

“TMMD Sengkuyung Tahap Dua ini membuktikan sinergitas antara TNI, Pemda Sukoharjo, dan masyarakat. Ini menjadi satu langkah akselerasi bahwa pembangunan bisa dirasakan semua warga,” kata Wabup.

Dengan keterlibatan masyarakat secara langsung selama proses pembangunannya, diharapkan kualitas dan kuantitas menjadi lebih baik.

Kasdim 0726/ Sukoharjo Mayor Inf Mochamad Aziz Yuli Anshory mewakili Komandan Kodim 0726 Sukoharjo Letkol Inf Reza Sahputra menambahkan bahwa apa yang diamanatkan negara yaitu TMMD, berjalan dengan lancar dan baik.

“Ini langkah nyata bahwa membangun negara diawali dengan membangun desa,” ujar Kasdim.

Sementara Kepala Desa Genengsari, Supardi, mengucapkan terimakasih kepada semua pihak, baik TNI, Polri, Pemda Sukoharjo, dan warga, yang telah menyengkuyung program TMMD ini.

Ada dua jembatan yang dibangun yaitu jembatan sepanjang 6 meter dan 4 meter, tinggi 4,5 meter dan lebar 3 meter. Juga pembuatan talud, dan makadam.

Supardi menjelaskan, jembatan ini dibangun di perbatasan desa, penghubung dengan Desa Kayuapak.

“Lokasi pembangunannya di Dukuh Krandon dan Sawur. Dengan adanya jembatan ini, warga dipermudah dan dipercepat akses jalannya. Selama ini kami jalan memutar 2 kilometer, besok kalau jembatan sudah jadi, jarak lebih dekat hanya 500 meter saja,” ungkap Supardi.

Dibangunnya jembatan yang cukup lebar tersebut, diharapkan hasil pertanian bisa diangkut melewati jembatan itu, sehingga perekonomian warga ada peningkatan. (Hasna)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini