Beranda Berita Utama Desa Mandong Adakan Gelar Budaya Spesial Tingkat Kabupaten Klaten dan Tiga Besar...

Desa Mandong Adakan Gelar Budaya Spesial Tingkat Kabupaten Klaten dan Tiga Besar Tingkat Propinsi

9
0

KLATEN, TERASMEDIAGO.ID – Gelar Budaya kembali diadakan di Desa Mandong, Trucuk, Klaten, Jawa Tengah, Jumat (3/7/2026).

Seribu pincuk nasi urap dibagikan kepada ribuan warga yang hadir di Pendopo Nawasena.

Menurut Kades Mandong, Heru Satmoko, rangkaian kegiatan Gelar Budaya Grebeg Suro Seribu Pincuk ini sangat banyak. Sebelumnya, diadakan pengajian akbar, bazar UMKM, grebeg, karawitan, dan pagelaran wayang kulit.

Tahun ini spesial karena Desa Mandong mendapat nilai terbaik Lomba Desa tingkat Kabupaten Klaten dan 3 Besar Tingkat Propinsi Jawa Tengah.

“Tahun ini sangat spesial, kami adakan gelar budaya lebih meriah dari tahun sebelumnya. Karena Desa Mandong mendapat nilai terbaik Lomba Desa Tingkat Kabupaten Klaten dan 3 Besar Tingkat Propinsi Jawa Tengah,” jelas Heru.

Heru melanjutkan, ada dua gunungan besar dari Pemdes Mandong dan BPD, dua tumpeng besar, serta 7 ambengan nasi tumpeng lengkap dengan uborampenya, yang disajikan setiap Rukun Warga (RW).

“Di Desa Mandong ada 7 RW, masing-masing menyajikan ambengan nasi tumpeng yang dikirab menuju Pendopo Nawasena. Untuk dua gunungan besar ini dari perangkat desa dan BPD,” ujarnya.

Gelar budaya yang dilaksanakan setiap pertengahan Bulan Suro ini, disambut meriah oleh ribuan warga. Hal ini sebagai bentuk wujud syukur warga yang telah diberi kelimpahan hasil panen, kesehatan, pekerjaan, dan sebagainya.

Kirab dimulai setelah Sholat Jumat selesai, start dari lapangan Desa Mandong menuju Pendopo Nawasena sejauh 2 kilometer. Di sepanjang jalan, warga menyemut di pinggir jalan, ingin mengabadikan momen setahun sekali tersebut.

Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo beserta rombongan Forkopimda ikut menyambut datangnya kirab. Setelah acara serah terima gunungan kepada sesepuh Nawasena dan pembacaan doa, Bupati secara simbolis memukul gong.

Saat itulah, ribuan warga yang sudah antri sejak tadi, langsung menyerbu dua gunungan hasil bumi tersebut.

“Ini saya dapat sayur mayur, meskipun harus berdesakan,” kata Utami, warga setempat.

Setelah rebutan gunungan selesai, dilanjutkan dengan pembagian nasi pincuk.

“Rasanya enak, pokoknya kalau hasil rebutan itu, pasti enak. Semoga berkah,” kata Yuliati, warga lainnya, yang menikmati nasi pincuk di tempat.

Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo sangat mengapresiasi gelar budaya di Desa Mandong tersebut.

Menurut Bupati, ini sebagai bentuk kepedulian pemerintah desa dalam melestarikan budaya. Tujuannya agar generasi muda lebih mengenal dan mencintai budaya leluhur.

“Saya sangat mengapresiasi terhadap semua warga Desa Mandong yang terus mempertahankan tradisi ini. Kegiatannya variatif, ada pengajian akbar, bazar UMKM, kesenian karawitan dan wayangan. Komplit ini,” tegas Bupati.

Hari kedua yaitu Sabtu 4 Juli 2026 dilanjutkan dengan pagelaran wayang kulit sehari semalam dengan dalang Ki Hari Notocarito dari Cawas, dengan lakon Baratayudha. (Hasna)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini