KENDAL, TERASMEDIAGO.ID-Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, menghadiri Seminar Kewirausahaan dalam rangka Kegiatan Sosialisasi Penyadaran, Pemberdayaan dan Pengembangan Pemuda dan Kepemudaan terhadap Pemuda Pelopor Kabupaten/Kota, Wirausaha Muda Pemula, serta Pemuda Kader Kabupaten/Kota di Aula Kantor Kecamatan Sukorejo, Selasa 8 September 2026.
Hadir pada acara ini, Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Kendal, Mardi Edi Susilo, beserta jajaran, Forkopimcam Sukorejo, Camat Sukorejo, Tejo Pramono Sakti, Ketua DPD KNPI Kendal, Nattaya Kenenza, Dewan Pembina Muda Bersatu, Bintang Yudha Daneswara, para Pemuda Wirausaha dan Perintis Wirausaha dari Unsur KNPI dan Karang Taruna, peserta Seminar Kewirausahaan, serta tamu undangan lain.
Selain memberikan sambutan, bupati juga menjadi narasumber pada acara ini. Dalam sambutannya, bupati mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Disporapar dan seluruh pihak, yang telah menyelenggarakan kegiatan ini, melalui inovasi Semanis Kamu (Sekolah Mahir Bisnis Kewirausahaan Pemuda).
Bupati menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas, keterampilan, serta daya saing pemuda melalui penguatan kewirausahaan berbasis inovasi dan digitalisasi agribisnis.

“Saya yakin anak-anak muda Kendal penuh gagasan, keberanian, dan semangat untuk maju. Kalian adalah generasi yang tidak hanya punya mimpi, tetapi juga berani mewujudkan mimpinya,”kata bupati.
Bupati mengatakan bahwa pemuda merupakan aset strategis dalam pembangunan daerah. Pemuda adalah energi perubahan. Pemuda adalah sumber kreativitas dan inovasi. Pemuda memiliki kemampuan untuk beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan zaman, termasuk perkembangan teknologi, ekonomi, dan dunia kerja.
“Namun demikian, kita juga harus jujur bahwa perkembangan dunia saat ini menghadirkan tantangan yang semakin kompleks,”ujar bupati.
Dikatakan, jumlah penduduk usia produktif yang besar harus mampu kita kelola menjadi kekuatan pembangunan. Apabila generasi muda tidak memiliki keterampilan, kompetensi, dan kesempatan yang memadai, maka bonus demografi yang seharusnya menjadi peluang justru dapat menjadi persoalan.
“Karena itu, kita tidak boleh hanya mempersiapkan generasi muda untuk menjadi pencari pekerjaan. Kita juga harus menyiapkan mereka untuk menjadi pencipta lapangan pekerjaan. Inilah salah satu alasan mengapa kewirausahaan menjadi sangat penting dalam pembangunan kepemudaan,”terang bupati.
Menurut bupati, kewirausahaan bukan semata-mata tentang berdagang atau membuka usaha. Lebih dari itu, kewirausahaan adalah tentang membangun pola pikir.
Pola pikir untuk melihat peluang di tengah tantangan. Pola pikir untuk berani mencoba. Pola pikir untuk berani mengambil risiko secara terukur. Dan yang paling penting, pola pikir untuk tidak mudah menyerah ketika menghadapi kegagalan.
“Kabupaten Kendal memiliki potensi yang sangat besar untuk dikembangkan. Kita memiliki sektor pertanian, peternakan, perikanan, perdagangan, kuliner, jasa, pariwisata, ekonomi kreatif, serta berbagai potensi lokal lainnya,”ungkap bupati.
Di tengah perkembangan kawasan industri dan pertumbuhan ekonomi yang terus berjalan, Kabupaten Kendal memiliki peluang yang sangat besar untuk melahirkan generasi muda yang mampu mengambil peran dalam rantai ekonomi dan pembangunan daerah.
Tetapi potensi tersebut tidak akan memberikan manfaat maksimal apabila tidak didukung oleh sumber daya manusia yang kreatif, terampil, adaptif, dan berani berinovasi.
“Di sinilah peran pemuda menjadi sangat penting. Saya ingin pemuda Kendal tidak hanya menjadi penonton dalam perkembangan ekonomi daerah. Pemuda Kendal harus menjadi pelaku, harus menjadi penggerak, harus menjadi inovator, dan harus menjadi bagian dari solusi bagi persoalan ekonomi dan ketenagakerjaan,”paparnya.
Bupati menambahkan, Pemerintah Kabupaten Kendal terus berupaya mendorong tumbuhnya ekosistem kewirausahaan pemuda. Salah satu inovasi yang telah dikembangkan adalah Sekolah Mahir Bisnis, Kewirausahaan Pemuda.
“Melalui Semanis Kamu, kita ingin membangun bukan hanya kemampuan berwirausaha, tetapi juga mentalitas dan kultur kewirausahaan di kalangan pemuda Kendal,”jelas bupati.
Program pengembangan kewirausahaan pemuda juga harus mampu menjangkau generasi muda di berbagai lingkungan. Oleh karena itu, pendekatan seperti Goes to School, Goes to Pesantren, Goes to Campus, dan Goes to Community menjadi penting.
“Kita harus mendekat kepada pemuda. Kita tidak boleh menunggu pemuda datang kepada Pemerintah. Pemerintah harus hadir di tengah-tengah mereka, memberikan informasi, membuka akses, menyediakan ruang belajar, dan menciptakan peluang. Kita ingin semangat kewirausahaan dapat tumbuh sejak dini, di sekolah, kampus, pesantren, komunitas, dan di tengah masyarakat,”terang bupati.
Bupati menekankan bahwa dunia usaha saat ini telah berubah, teknologi digital telah membuka peluang yang luar biasa besar, media sosial bukan hanya sarana komunikasi, tetapi dapat menjadi sarana pemasaran.
Marketplace bukan hanya tempat berbelanja, tetapi dapat menjadi pintu masuk menuju pasar yang lebih luas dan digital marketing bukan lagi pilihan, tetapi sudah menjadi kebutuhan.
“Demikian pula dengan perkembangan Artificial Intelligence atau AI. Kita harus mampu menggunakan teknologi untuk meningkatkan efisiensi usaha, memahami pasar, membangun branding, memperluas jaringan, dan meningkatkan daya saing produk,”tegasnya.
Melalui seminar ini, bupati berharap kepada para peserta agar dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk menambah wawasan, menggali pengalaman, dan membangun jejaring dengan para narasumber maupun sesama peserta.
Jangan hanya datang untuk mendapatkan sertifikat. Datanglah untuk mendapatkan ilmu. Datanglah untuk mendapatkan inspirasi, dan yang lebih penting, pulanglah dengan membawa gagasan dan keberanian untuk memulai sesuatu.
“Saya juga ingin menyampaikan bahwa pengembangan kewirausahaan pemuda bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, media, dan masyarakat harus bersama-sama menciptakan ekosistem yang mendukung tumbuhnya wirausaha,”pungkasnya.(SPW)









