KENDAL, TERASMEDIAGO.ID– Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari membuka Sosialisasi Pengembangan Diri dan Kepeloporan Pemuda dalam rangka Sosialisasi Penyadaran, Pemberdayaan, dan Pengembangan Pemuda dan Kepemudaan terhadap Pemuda Pelopor Kabupaten/Kota, Wirausaha Muda Pemula, dan Pemuda Kader Kabupaten/Kota Tahun 2026 di Aula Kantor Kecamatan Pegandon, Kamis 10 September 2026.
Hadir pada acara ini Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Kendal, Mardi Edi Susilo, beserta jajaran, Forkopimcam Pegandon, Camat Pegandon, Junaedi, Ketua DPD KNPI Kendal, Nattaya Kenenza, Dewan Pembina Muda Bersatu Bintang Yudha Daneswara, para Pemuda Pelopor dan Pemuda Kader dari Unsur KNPI dan Karang Taruna, dan peserta sosialisasi.
Dalam sambutannya, bupati mengatakan bahwa pemuda merupakan aset strategis dalam pembangunan daerah. Pemuda adalah energi perubahan, dan Pemuda adalah sumber kreativitas dan inovasi.
Pemuda memiliki kemampuan untuk beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan zaman, termasuk perkembangan teknologi, ekonomi, dan dunia kerja.

“Namun demikian, kita juga harus siap menghadapi bahwa perkembangan dunia saat ini menghadirkan tantangan yang semakin kompleks,”kata bupati.
Bupati menambahkan, bahwa Pemuda Kendal harus memiliki kepercayaan diri untuk berkembang, berani bermimpi besar, tetapi juga harus mampu mewujudkan mimpi tersebut melalui kerja keras, disiplin, inovasi, dan aksi nyata.
Dikatakan bahwa, jumlah penduduk usia produktif yang besar harus mampu dikelola menjadi kekuatan pembangunan. Apabila generasi muda tidak memiliki keterampilan, kompetensi, dan kesempatan yang memadai, maka bonus demografi yang seharusnya menjadi peluang justru dapat menjadi persoalan.
Pemerintah Kabupaten Kendal tentu membutuhkan keterlibatan aktif generasi muda dalam berbagai bidang pembangunan. Potensi besar yang dimiliki pemuda, baik di bidang sosial, ekonomi kreatif, kewirausahaan, lingkungan, pendidikan, olahraga, maupun bidang lainnya, harus terus dikembangkan dan diberikan ruang untuk tumbuh.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, bupati berharap kepada para peserta agar dapat semakin memahami bahwa setiap pemuda memiliki potensi dan kelebihan masing-masing. Yang terpenting adalah bagaimana potensi tersebut dikenali, dikembangkan, dan diarahkan untuk memberikan manfaat.
Menjadi pemuda pelopor tidak harus selalu dimulai dengan sesuatu yang besar. Kepeloporan dapat dimulai dari lingkungan terdekat. Dari keberanian melihat persoalan, menemukan peluang, mengajak orang lain untuk bergerak, dan menghadirkan solusi. Pemuda pelopor adalah mereka yang tidak hanya pandai berbicara tentang perubahan, tetapi berani menjadi bagian dari perubahan itu sendiri.
“Saya mengajak seluruh pemuda Kendal untuk menjadi generasi yang aktif, produktif, kreatif, inovatif, mandiri, dan berdaya saing. Jadilah pemuda yang mampu melihat persoalan sebagai tantangan untuk menemukan solusi. Jadilah pemuda yang mampu memanfaatkan teknologi secara positif dan produktif. Jadilah pemuda yang mampu membangun jejaring dan kolaborasi, karena keberhasilan besar tidak mungkin dicapai sendirian,”ajak bupati.
Kepada seluruh peserta, bupati meminta agar mengikuti kegiatan ini dengan baik dan sungguh-sungguh dan memanfaatkan kesempatan untuk belajar, berdiskusi, bertukar pengalaman, serta membangun jejaring dengan sesama pemuda.
“Jangan pernah merasa terlalu muda untuk berkontribusi. Jangan pula takut untuk memulai. Karena setiap perubahan besar selalu berawal dari langkah kecil dan keberanian untuk mengambil inisiatif. Saya yakin, dengan semangat, karakter yang kuat, kreativitas, dan kolaborasi, insya Allah pemuda Kendal akan mampu menjadi kekuatan penting dalam membangun daerah yang lebih baik dan berkelanjutan,”ungkap bupati.
Bupati berharap, semoga dari kegiatan ini akan lahir semakin banyak gagasan, inovasi, dan gerakan nyata dari para pemuda Kendal. Gagasan yang tidak hanya berhenti dalam diskusi, tetapi mampu diwujudkan menjadi aksi nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Kendal(Disporapar), Mardi Edi Susilo mengatakan, bahwa banyak pemuda yang masih merintis usaha, ada yang belum mempunyai usaha dan sudah mempunyai usaha.
Maka berkaitan dengan kepeloporan pemuda ini, mereka yang sudah mempunyai peran atau mempunyai kegiatan atau pun yang lainnya, akan mengembangkan usahanya dengan semakin baik dan berdampak positif kepada masyarakat.
“Hari ini, mereka akan dibekali ilmu atau wawasan dan pengetahuan serta memotivasi agara mereka mempunyai karakter, bukan karakter yang inferior bukan karakter yang merasa paling superior, tetapi karakter berakhlak.
Artinya, bahwa pemuda harus memiliki etika dan unggah ungguh dan sebagaianya,”ungkap Mardi Edi Susilo.(SPW)









