Beranda Berita Utama Bupati Besuk 2 Anak yang Ibunya Meninggal Dunia Membusuk di Kamar

Bupati Besuk 2 Anak yang Ibunya Meninggal Dunia Membusuk di Kamar

298
0

KENDAL, TERASMEDIAGO.ID– Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari membesuk kakak beradik yakni Putri(23) dan Intan(20) warga Dusun Sumopuro, Desa Bebengan Boja Kendal yang saat ini dirawat di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Boja.

Keduanya merupakan anak dari janda Setyaningsih(51) yang meninggal dunia dalam keadaan membusuk di dalam kamar tanpa sepengetahuan orang lain, meski keduanya juga berada di rumah tersebut.

Bupati mengatakan, kedua kakak beradik ini masuk rumah sakit PKU Muhammadiyah pada hari Sabtu tanggal 1 November 2025 kemarin. Sekarang kondisi keduanya berangsur-angsur membaik.

“Kalau kemarin saat masuk yang kakaknya bernama Putri, sama sekali susah untuk diajak komunikasi. Alhamdulillah hari ini sudah bisa diajak komunikasi, walau pun kata pak dokter, kadang-kadang masih berubah-rubah pembicaraannya,”kata bupati.

Menurut bupati, untuk biaya perawatan kedua anak ini, sudah diurus lewat BPJS dan saat ini sudah aktif dan sudah bisa digunakan.

Untuk proses selanjutnya, Pemerintah Kabupaten Kendal akan berkoordinasi dengan Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah, karena setelah menjalani perawatan di RS PKU Muhammadiyah Boja ini, keduanya akan di rujuk ke Rumah Sakit Mardi Utomo di Tembalang Semarang.

“Nanti di sana kalau sudah sembuh, mereka akan diberikan pelatihan atau kursus seperti menjahit dan sebagainya agar mempunyai keahlian. Nanti tetap kami dampingi hingga ke depannya seperti apa. Pokoknya, kami akan terus melakukan pendampingan,”ungkap bupati.

Bupati menyampaikan, karena kedua anak ini sudah tidak ada orangtuanya, dan yang satunya mengalami keterbelakangan mental, tetangga ataupun masyarakat setempat harus bisa memberikan perhatian khusus dan meningkatkan rasa empatinya serta pengawasan yang lebih ekstra setelah keduanya nanti pulang ke rumah.

Sementara itu, koronologi diketahuinya jika ibu kedua anak ini meninggal dunia, Kepala Dusun setempat Muntafin(54) mengatakan, bahwa korban meninggal diketahui warga pada hari Sabtu tanggal 1 November 2025 pukul 10.00 WIB.

Banyak warga masyarakat sekitar curiga dengan adanya bau busuk yang sangat menyengat dan selain itu juga banyak lalat di sekitar rumah korban yang tak seperti biasanya.

Ditambah lagi, kecurigaan selama beberapa hari korban juga tidak buka pintu, tidak keluar, tidak menjemur pakaian dan lain sebagainya.

“Atas kecurigaan itu, pukul 10.15 WIB, saya ke rumah korban ketemu pak Sabawa, kemudian saya menghubungi pihak Kamtibmas, pak Kades, petugas TKSK, pak polisi dan pihak Puskesmas. Setelah itu kami bersama-sama untuk membuka pintu rumah dan mendobrak kamar korban di dalam,”terang Muntafin.

Menurut Muntafin, pintu kesulitan dibuka karena ternyata dikunci dari dalam. Setelah dibuka paksa ternyata pintunya terganjal oleh kursi.

“Setelah berhasil saya buka paksa, anak dua itu yang satu sudah nggak ingat apa apa, yang satu masih bisa diajak komunikasi, dan ternyata ibunya sudah meninggal dunia,”ujar Muntafin.

Karena takut terjadi sesuatu terhadap dua anak itu, kemudian dengan menggunakan mobil ambulance dia larikan ke rumah sakit PKU Muhammadiyah Boja untuk diberikan perawatan.

Baru setelah berkoordinasi dengan tim Inafis Polres Kendal, korban baru dilakukan pemeriksaan atas kematiannya, bahwa korban diperkirakan sudah meninggal dunia kurang lebih dua minggu yang lalu. (SPW)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini