KENDAL, TERASMEDIAGO.ID-Enam bulan lebih atau tepatnya tanggal 25 April 2025 lalu hingga sekarang, Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari setiap hari Jumat pagi, melakukan kegiatan Bersih Desa Tampung Aspirasi Warga (Bersatu Siaga) dari desa satu ke desa lainnya.
Hari ini, Jumat 21 November 2025, Bersatu Siaga dilakukan di RT 07 RW 04 Kelurahan Banyutowo, Kecamatan Kota Kendal.
Di hadapan puluhan warga yang hadir, bupati mengatakan, bahwa kegiatan Bersatu Siaga ini merupakan program dari Pemerintah Kabupaten Kendal yang intinya tak lain untuk menampung aspirasi atau berbagai keluhan, dan persoalan yang dialami warga.
Sebelum melakukan tampung aspirasi, bupati dengan didampingi Sekda Kendal, Agus Dwi Lestari, beserta Kepala Organsisasi Perangkat Daerah(OPD) terkait, berkeliling kampung sambil memberikan bantuan ke sejumlah warga miskin.
Bupati menyampaikan, bahwa ia sengaja berkeliling kampung untuk melihat langsung kondisi yang ada di lapangan. Dan ternyata, di Kelurahan Banyutowo ini, yang notabennya masuk kategori kota, ternyata kondisinya masih banyak sekali butuh perhatian.
“Saya melihat langsung di lokasi, dan tadi banyak kami temukan beberapa rumah tidak layak huni, tentunya ini masih membutuhkan bantuan. Nanti akan kami tindaklanjuti dengan OPD terkait,”kata bupati.
Bupati meminta kepada RT atau RW, supaya menginventarisir kembali dan mengkoordinasikannya kepada pihak kelurahan, agar data yang diajukan valid dan bisa lebih tepat sasaran.
“Ternyata memang banyak sekali warga yang masih membutuhkan bantuan. Saya tadi juga melihat ada warga yang kondisi rumahnya masih jauh dari layak, tetapi ternyata masih belum mendapatkan bantuan seperti contohnya PKH, sehingga ini juga merupakan catatan bagi kami,”ungkap bupati.
Menurut bupati, saat ini untuk bantuan-bantuan yang melalui Daftar Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) sudah tidak bisa diupdate. Akan tetapi yang bantuan lewat PKH, sudah bisa diupdate per tiga bulan.
“Jadi, saya minta kepada Pak RT atau RW, untuk berkoordinasi dengan kelurahan dan juga minta masukan dari masyarakat. Kami berharap, apabila ada tetangga kanan kiri yang memang masih membutuhkan bantuan, harap bisa dikoordinasikan, disampaikan, dan ditanyakan apakah sudah masuk di dalam daftar tersebut, kalau memang belum dilaporkan agar supaya bisa dimasukkan,”harap bupati.
Karena, lanjut bupati, jika sudah waktunya digraduasi dan yang selama ini mendapat bantuan namun tingkat ekonominya sudah meningkat, nanti bisa dikeluarkan dari daftar penerima.
Hal ini dilakukan untuk menpis asumsi masyarakat yang protes, karena ada warga yang rumahnya sudah bagus, punya motor, dan mempunyai segala macam perabotan rumah tangga, ternyata masih terdaftar dan mendapatkan bantuan.
“Karena tahun- tahun kemarin memang datanya semua dari pusat, dan kami masih belum bisa mengupdate, tetapi sekarang setiap tiga bulan sekali sudah bisa diupdate,”ujar bupati.
Sementara, terkait dengan sampah, bupati menyampaikan, bahwa sekarang ini sudah memasuki musim penghujan, tentunya juga rawan dengan adanya banjir, apalagi di Kelurahan Banyutowo ini, di samping ada banjir yang karena intensitas hujan, namun juga ada peristiwa rob.
“Hari ini, Dinas Lingkungan Hidup(DLH) Kabupaten Kendal, memberikan bantuan tanaman bibit mangrove sebanyak 2000 pohon, maka dari itu, saya minta untuk bisa dijadwalkan kegiatannya untuk menanam bersama- sama dengan masyarakat,”ujar bupati.
Kalau penanaman mangrove ini, lanjut bupati, satu tahun memang dampaknya masih belum bisa dirasakan, akan tetapi kedepannya bisa untuk menjaga kelestarian lingkungan.
Bupati juga menyampaikan, bahwa pada musim hujan ini, rawan adanya penyakit yang disebabkan lingkungan, apabila sampah-sampah tidak terawat, akan semakin menambah timbulnya penyakit yang disebabkan lingkungan.
“Kami berharap, masyarakat tentunya harus ikut berpartisipasi aktif di dalam menjaga lingkungan, karena pemerintah daerah tidak mungkin bisa membangun dan memajukan Kabupaten Kendal sendiri tanpa dukungan dari masyarakat,”harapnya.(SPW)









