Beranda Berita Utama Jajaran Polsek Prambanan Evakuasi Ular Kobra, Kapolsek Minta Masyarakat Harus Waspada

Jajaran Polsek Prambanan Evakuasi Ular Kobra, Kapolsek Minta Masyarakat Harus Waspada

56
0

KLATEN, TERASMEDIAGO.ID – Jajaran Polsek Prambanan, Klaten, Jawa Tengah, berhasil mengevakuasi seekor ular kobra dari dalam rumah warga di Dukuh Pemukti Baru, Jalan Parkit III, Desa Tlogo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, Sabtu (30/5/2026) siang.

Evakuasi dilakukan setelah warga melaporkan adanya penemuan ular kepada relawan Forkap Prambanan dan laporan tersebut kemudian diteruskan ke Polsek Prambanan.

Kapolsek Prambanan, AKP Nyoto memimpin langsung proses evakuasi bersama personil Polsek Prambanan, relawan Forkap, serta pawang ular Damar.

“Setelah menerima laporan dari warga, kami bersama relawan Forkap dan pawang ular Damar segera menuju lokasi untuk melakukan evakuasi. Alhamdulillah proses penangkapan berjalan lancar dan ular berhasil diamankan dalam keadaan hidup tanpa menimbulkan korban,” kata Kapolsek.

Ular yang dievakuasi tersebut diduga jenis ular kobra berwarna hitam pekat dengan panjang sekitar 120 sentimeter. Ular ditemukan bersembunyi di dalam rumah warga sehingga membuat panik, takut, dan khawatir.

Kapolsek menjelaskan, ular dapat masuk ke lingkungan permukiman karena beberapa faktor. Di antaranya mencari sumber makanan seperti tikus dan cicak, mencari tempat yang hangat untuk berlindung, atau menghindari gangguan dari predator.

“Masyarakat kami himbau untuk tetap berhati-hati dan waspada. Jika menemukan ular atau satwa liar lainnya, jangan mencoba menangkap sendiri. Segera laporkan kepada petugas atau pihak yang berkompeten agar dapat ditangani dengan aman,” ujarnya.

Kepala Desa Tlogo, Raksono, mengapresiasi gerak cepat Polsek Prambanan, relawan Forkap, dan pawang ular (snacke rescue dari team Exalos Indonesia ) dalam membantu warga.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Kapolsek Prambanan beserta anggota, relawan Forkap, dan Mas Damar dari Exalos yang telah membantu warga kami. Semoga kejadian ini menjadi edukasi bagi masyarakat untuk selalu berkoordinasi dengan pihak terkait apabila menghadapi situasi serupa,” ungkap Raksono.

Sementara itu, pawang ular Damar (snacke rescue dari tim Exalos Indonesia) mengingatkan masyarakat, agar tidak panik apabila terjadi kasus gigitan ular. Menurutnya, masih banyak mitos yang berkembang di masyarakat terkait penanganan korban gigitan ular.

“Jangan melakukan tindakan seperti memotong bagian tubuh yang tergigit, mengisap luka, atau menyiram air panas. Tindakan tersebut justru berbahaya dan dapat memperparah kondisi korban. Yang terpenting adalah tetap tenang, membatasi gerakan pada bagian yang tergigit, lalu segera membawa korban ke fasilitas kesehatan,” jelas Damar.

Proses evakuasi berlangsung aman dan lancar. Ular yang berhasil ditangkap selanjutnya diamankan oleh pawang untuk kemudian dilepasliarkan ke habitat yang jauh dari permukiman warga. (Hasna)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini