KLATEN, TERASMEDIAGO. ID – Saat ini untuk wilayah Solo Raya sedang musim panen gadu atau panen raya di musim kemarau.
Tren panen saat ini mengalami peningkatan yang cukup signifikan.
Perum Bulog Kantor Cabang Surakarta, terus melakukan penyerapan gabah petani. Dari Klaten sampai saat ini sudah terserap 10.690 ton.
Bulog membeli gabah petani sesuai Harga Pokok Penjualan (HPP) yaitu Rp.6500 per kilonya.
“Untuk wilayah Klaten, stok beras kami sebanyak 14.000 ton, yang tersimpan di Gudang Meger,” jelas Nanang Harianto, Kepala Cabang Perum Bulog Surakarta, saat ditemui di Gudang Bulog Meger, Kamis (25/6/2026).
Untuk menyimpan semua stok beras, Perum Bulog menambah 4 gudang sewa di wilayah Klaten.
“Selain tiga gudang bulog, kami juga menambah 4 gudang sewa di Delanggu, Ceper, dan Trucuk,” ujarnya.
Sementara, untuk stok beras di Perum Bulog Surakarta ada 92.000 ton atau 77 persen dari target nasional.
“Masih ada waktu yang cukup panjang sampai akhir tahun 2026, kami harus menyerap lagi 20.000 ton, sehingga target kami terealisasi,” ucapnya.
Stok beras tersimpan di 9 kompleks gudang induk ditambah 14 gudang sewa yang tersebar di Solo Raya, 4 antaranya di Klaten.
Untuk menjaga kualitas beras, secara berkala pihaknya selalu melakukan monitoring gudang.
Diakui Nanang, saat ini ada peningkatan hasil panen di kalangan petani.
“Masyarakat tidak perlu khawatir, stok beras bulog melimpah sampai tahun depan. Apalagi situasi geopolitik saat ini, menjaga ketahanan pangan sangat kami utamakan,” lanjutnya.
Dengan menyerap panen petani, tugas Bulog untuk menjaga jangan sampai gabah petani dibeli pihak lain dengan harga di bawah Rp6500 per kilonya. (Hasna)









