Beranda Berita Utama Ponpes Daarul Ulum Muhammadiyah Majenang Ludes Terbakar, Santri Putri Selamat Tanpa Luka

Ponpes Daarul Ulum Muhammadiyah Majenang Ludes Terbakar, Santri Putri Selamat Tanpa Luka

63
0
Ponpes Daarul Ulum Muhammadiyah Majenang tinggal puing- puing.(Foto:TM/ TA)

CILACAP, TERAS MEDIAGO.ID — Pondok Pesantren (Ponpes) Daarul Ulum Muhammadiyah, di Jalan Sirkaya No. 10 RT 03 RW 18, Desa Jenang, Kecamatan Majenang, ludes terbakar dilalap sijago merah, Selasa (21/10/2025) dini hari.

Salah satu santriwati bernama Bilqis(25) mengatakan, sekitar pukul 01.15 WIB, api tiba-tiba membubung tinggi dari atap tiga asrama putri dan satu ruang kelas, melahap seluruh bangunan dalam hitungan menit.

Ratusan santriwati berhamburan ke luar, sebagian masih mengenakan mukena dan sarung, menyelamatkan diri.

Beberapa santriwati terbangun karena mencium bau gosong dan melihat percikan api dari salah satu kabel di lantai dua, Asrama Maryam.

Dalam hitungan menit, api menjalar cepat ke dua bangunan lain, Asrama Hafsoh (28 santriwati) dan Fatimah (26 santriwati) yang letaknya berdekatan. Salah satunya, Bilqis, melihat percikan api di kabel listrik di pojok kamar.

“Kami sedang tidur, lalu mendengar suara percikan api. Ternyata kabel terbakar dan menyambar kasur. Api langsung membesar, kami semua berlarian keluar sambil teriak minta tolong,” ungkap Bilqis.

Dalam hitungan detik, api membesar dan menjalar ke dua asrama di sebelahnya, Maryam, Hafsoh, dan Fatimah yang menampung puluhan santri putri.

Para pengasuh, termasuk Musyrif pondok Ustaz Fadil Raik Kurniawan, langsung berlari ke lokasi sambil menghubungi Pos Damkar Majenang.

Setelah upaya pemadaman manual tidak berhasil menahan kobaran api. Dua unit mobil damkar dan satu mobil tangki BPBD Majenang dikerahkan ke lokasi. Petugas berjibaku hampir dua jam untuk memadamkan api sepenuhnya hingga pukul 03.00 WIB.

Kepala Pos Damkar Majenang, Sartono, memastikan seluruh santri selamat tanpa luka.
“Tidak ada korban jiwa. Namun tiga ruangan asrama dan satu ruang belajar, masing-masing berukuran 8×9 meter, hangus terbakar,” ujar Sartono.

Sartono menduga kuat kebakaran disebabkan korsleting arus pendek listrik. Dua mobil pemadam dan satu tangki air BPBD Majenang tiba tak lama kemudian.

Bersama MDMC, KOKAM, Satpol PP, dan warga sekitar, mereka berjibaku hampir dua jam di tengah kepulan asap. Api baru benar-benar padam menjelang pukul 03.00 WIB.

Setelah kejadian, Selasa pagi, di halaman pondok dipenuhi para orang tua santri yang berdatangan dari berbagai daerah setelah mendengar kabar kebakaran.

Sebagian santriwati menangis di pangkuan ibu mereka, sementara yang lain duduk berkelompok di depan masjid, memandangi bangunan yang kini tinggal arang dan abu.

Namun di balik air mata itu, terselip rasa syukur mendalam, karena tidak satu pun santriwati terluka.

“Kami kehilangan pakaian dan buku, tapi kami masih punya nyawa dan semangat. Itu yang paling penting,” ujar Aisyah.

Seluruh santriwati kini ditempatkan sementara di Masjid Birrul Walidain dalam kompleks pondok. Relawan MDMC dan KOKAM membantu pembersihan puing-puing serta menyalurkan bantuan mendesak seperti pakaian, alat tulis, dan perlengkapan ibadah.

Kasus kebakaran ini, kini masih dalam penanganan polisi setempat . (Tarqum Aziz)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini