Beranda Berita Utama Puluhan Anak Autis Adakan Pameran Didampingi Tim Kreatif Usahid Surakarta

Puluhan Anak Autis Adakan Pameran Didampingi Tim Kreatif Usahid Surakarta

159
0

KLATEN, TERASMEDIAGO.ID – Puluhan anak autis dari Sanggar Insan Harapan (SIH) Klaten, Jawa Tengah, mengadakan pameran hasil karya di depan Pendopo Setda Klaten, Kamis (4/12/2025).

Ada ratusan lukisan terpajang dengan rapi dalam berbagai ukuran. Selain lukisan, juga ada hasil karya batik ciprat.

Menurut Ketua Penyelenggara dari Tim Universitas Sahid Surakarta (Usahid) Henny Tri Hastuti Hasana, kegiatan pameran ini menjadi puncak kegiatan Program Inovasi Seni Nusantara (PISN).

“Tim dari Usahid Surakarta mendapat pendanaan hibah dari Dikti Saintek untuk Program Inovasi Seni Nusantara 2025. Kegiatan kami awali dari sosialisasi, praktek melukis di atas kertas maupun di atas kanvas, workshop sekaligus praktek membuat batik ciprat, dan inilah puncaknya, hasilnya kita pamerkan untuk khalayak umum,” ungkap Henny.

Kegiatan bertajuk “Festival Seni dan Budaya Disabilitas 2025” ini, selain pameran juga diisi dengan seminar berbagi inspirasi. Penyelenggara menghadirkan Yasmin sebagai narasumber yang didampingi Ayahnya, Agus.

Yasmin adalah salah satu disabilitas penyandang tuna rungu dari Klaten yang sudah berprestasi di tingkat nasional bahkan internasional.

“Dalam panggung inspirasi ini, kami ingin narasumber yaitu dik Yasmin, bisa membagikan pengalamannya, sampai bisa menjadi pelukis dan ilustrator tingkat internasional,” kata Henny.

Panggung inspirasi berlangsung seru. Yasmin yang suka menggambar atau melukis sejak TK tersebut, berbagi pengalamannya di hadapan 100 tamu undangan di dalam Pendopo. Diskusi dipandu oleh moderator Angga Kusuma.

Henny berharap, setelah mengikuti kisah dari narsum Yasmin dan Ayahnya, banyak orangtua yang ikut termotivasi dalam melatih anaknya yang berkebutuhan khusus.

Tim Penyelenggara sudah menyerahkan bantuan berupa peralatan melukis dan peralatan membuat batik ciprat.

Ketua Sanggar Insan Harapan, Lestari, sangat senang dan berterimakasih kepada Tim Usahid yang telah mendampingi anak-anak autis anggota sanggarnya, dalam mengekspresikan bakat seninya.

“Meskipun anak kami berkebutuhan khusus, apabila potensinya digali dengan sungguh-sungguh, akan terlihat juga hasilnya. Pameran ini adalah buktinya,” kata Lestari.

Ratusan lukisan tersebut, dihasilkan oleh anak-anak autis dalam rentang waktu 2 tahun.

Jumlah anggota SIH ada 21 anak, usia antara 10 sampai 27 tahun. Dalam satu bulan, ada 2 kali pertemuan untuk belajar melukis.

“Sanggar kami selama corona tidak ada kegiatan, baru aktif lagi setelah corona. Selain melukis, kami juga dilatih membuat batik ciprat oleh Tim Usahid. Hasilnya kami jual lewat online, dengan harga sekitar Rp115.000 sampai Rp150.000 per lembar,” ujar Lestari.

Selain itu, anggotanya juga dilatih membuat telur asin. Dalam satu minggu bisa menghasilkan 600 butir yang siap jual, dengan harga Rp3500 per butir.

Lestari dan Henny berharap, dengan adanya pendampingan ini anak-anak berkebutuhan khusus bisa mandiri dari karya yang mereka ciptakan.(Hasna)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini