Beranda Berita Utama Ratusan Warga Berebut Uang Koin Dalam Tradisi Udhek-Udhek

Ratusan Warga Berebut Uang Koin Dalam Tradisi Udhek-Udhek

166
0

KLATEN, TERASMEDIAGO.ID – Berbagai tradisi masih dilakukan warga menjelang Bulan Suci Ramadhan.

Di antaranya, besik makam, kenduri di makam, berebut gunungan hasil bumi, berebut uang koin, dan lain-lain. Tradisi turun-temurun itu masih banyak di wilayah Klaten.

Di Dukuh Dalangan, Desa Kalitengah, Kecamatan Wedi, Klaten, ada tradisi unik, yaitu udhek-udhek atau menyebar uang koin, Jumat sore (13/2/2026).

Tradisi ini, menurut salah seorang tokoh masyarakat, Heri Susanto, dilaksanakan pada Jumat terakhir Bulan Ruwah dalam penanggalan Jawa, setelah Ashar.

Lokasi penyebaran di depan petilasan masjid bubrah, yang mempunyai halaman luas di sisi kiri dan depan.

Di sisi kiri untuk anak-anak, di depan ‘panggung’ yang orang dewasa. Tujuannya demi keselamatan, agar anak-anak tidak berdesakan dengan orang dewasa.

Siapakah yang menyebar uang koin? Semua warga yang ingin bersedekah, boleh menyebar koin. Warga naik ke petilasan yang menyerupai panggung dan menyebar uang koin yang dibawanya dari rumah.

Salah seorang warga, Agus Sugiyanto, mengaku selalu menyisihkan uang receh dari kembalian berbelanja selama kurang lebih satu tahun. Namun jumlahnya berapa, ia tidak menghitung.

“Ini nanti akan saya bagikan ke saudara-saudara di sini, jumlahnya tidak saya hitung. Tapi Rp100.000 lebih ini,” kata Agus menunjukkan uangnya.

Hal yang sama juga dilakukan warga yang lain, Srimiyati. Dirinya mengaku senang bisa berbagi di momentum Sadranan ini.

“Senang bisa berbagi dengan cara yang unik seperti ini. Uang ini sengaja saya kumpulkan bila mendapatkan kembalian belanja,” ujar Srimiyati.

Tokoh masyarakat Heri Susanto melanjutkan, tradisi ini sebagai wujud syukur warga atas panen yang bagus, rejeki lancar, kesehatan, atau warga yang punya nazar.

“Ini sebagai wujud syukur kami warga Dalangan, Kalitengah, kepada Tuhan YME yang telah memberi banyak kenikmatan,” ujar Heri.

Bagaimana warga yang ingin bersedekah, namun tidak mempunyai uang koin? Rupanya ada solusi yang cukup manjur. Warga mendekati anak-anak yang mendapat uang koin, untuk ditukar dengan uang kertas. Lalu warga tersebut naik ke ‘panggung’ untuk menyebar uang.

Sebelum Maghrib, kegiatan tersebut berakhir. Warga dan anak-anak bergembira. Mereka sibuk menghitung hasil rayahan atau berebut tadi. Ada yang mendapat sedikit, ada yang mendapat banyak, semua mereka syukuri.

“Alhamdulillah, tadi ikut berebut, berdesakan, teriak-teriak, tapi seru. Ini saya dapat Rp10.000 lebih, lumayan nanti saya simpan saja,” kata Khairi Akmal, seorang pelajar.

Warga lainnya, Isa Rochmawati, pelajar SMK, juga ikut berebut dan memperoleh Rp30.000.

“Seneng banget bisa ikut acara ini Kak, kebetulan pas tidak ada kegiatan sore di sekolah. Uangnya bisa untuk menambah uang saku,” kata Isa tertawa sumringah.

Warga berharap, tradisi ini tetap dilestarikan sampai anak cucu kelak, karena manfaatnya sangat banyak.

Bisa mempererat persaudaraan antar warga, bisa berbagi, dan sebagainya.

Dalam kesempatan tersebut, warga juga berbagi makanan yang dibawa dari rumah. (Hasna)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini