Beranda Berita Utama Sambut Tahun Ajaran Baru Menko Muhaimin Tinjau Pembangunan Sekolah Rakyat

Sambut Tahun Ajaran Baru Menko Muhaimin Tinjau Pembangunan Sekolah Rakyat

340
0

SUKOHARJO, TERASMEDIAGO.ID – Pembangunan Sekolah Rakyat Permanen di Sukoharjo, Jawa Tengah, sudah mencapai 90 persen lebih.

Dari progres tersebut, dipastikan Sekolah Rakyat siap menyambut Tahun Ajaran Baru pada 14 Juli 2026 yang tinggal beberapa hari lagi.

Dari pantauan di lapangan, para pekerja terlihat mengebut melakukan finishing.

Semua kelas dan ruang guru serta ruang praktek, sudah dilengkapi meja kursi. Untuk lapangan, masih proses penanaman rumput.

Sekolah Rakyat ini berdiri di atas lahan milik Pemkab Sukoharjo seluas 52.205 meter persegi berada di Gadingan, Jombor, Tawangsari.

Untuk memastikan kesiapan tersebut, Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar meninjau langsung progres pembangunan Sekolah Rakyat tersebut.

Hal ini dilakukan untuk memastikan seluruh fasilitas dan layanan pendidikan siap digunakan menyambut siswa baru.

Turut mendampingi dalam kunjungan tersebut Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Masyarakat Desa, Daerah Tertinggal, dan Daerah Tertentu Prof. Rer. Nat. Abdul Haris.

Dalam peninjauan tersebut, Menko Muhaimin menyampaikan bahwa progres pembangunan Sekolah Rakyat Sukoharjo telah mencapai lebih dari 90 persen.

Fasilitas pendidikan untuk jenjang SD, SMP, dan SMA telah memasuki tahap akhir penyelesaian sehingga proses penerimaan peserta didik dan kegiatan belajar mengajar dapat segera dimulai.

“Ya, alhamdulillah sudah 90% lebih, kita bersyukur SD, SMP, SMA sudah tinggal 10%. Itu artinya pembukaan bulan 14 Juli, masa penerimaan sudah bisa dilakukan sehingga tahun ajaran tahun ini sudah mulai bisa dilaksanakan,” ujar Menko Muhaimin, Kamis(02/07/2026).

Muhaimin menilai kondisi bangunan dan fasilitas Sekolah Rakyat Sukoharjo sudah sangat baik dan layak digunakan.

Menurutnya, lingkungan belajar yang nyaman akan meningkatkan kepercayaan diri para siswa, khususnya anak-anak dari keluarga Desil 1 yang menjadi prioritas penerima manfaat program tersebut.

“Sangat bagus, sangat layak, dan ini akan meningkatkan rasa percaya diri adik-adik kita yang dari desil satu, yang diprioritaskan bersekolah di sini adalah yang paling miskin,” katanya.

Sekolah Rakyat Sukoharjo dibangun di atas lahan seluas 5,1 hektare dengan kapasitas 270 siswa yang terbagi dalam jenjang SD, SMP, dan SMA. Setiap jenjang memiliki tiga rombongan belajar dengan kapasitas masing-masing 90 siswa.

Seluruh peserta didik akan memperoleh pendidikan berasrama secara gratis, termasuk tempat tinggal, makan, seragam, perlengkapan sekolah, hingga laptop sebagai penunjang proses pembelajaran.

Saat ini, kuota peserta didik jenjang SMP dan SMA telah terpenuhi, sementara pendaftaran jenjang SD masih dibuka. Hingga awal Juli 2026, jumlah pendaftar SD telah mencapai 37 siswa dari target 90 siswa.

Kedepannya, pemerintah akan terus melakukan sosialisasi dan evaluasi agar kuota tersebut dapat terpenuhi sehingga semakin banyak anak dari keluarga prasejahtera memperoleh akses pendidikan berkualitas.

Sekolah Rakyat merupakan instrumen strategis pemerintah untuk memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan.

Di Kabupaten Sukoharjo sendiri masih terdapat hampir 27 ribu keluarga yang tergolong Desil 1 sehingga kehadiran Sekolah Rakyat diharapkan mampu memperluas akses pendidikan sekaligus meningkatkan mobilitas sosial masyarakat.

Secara nasional, pemerintah menargetkan pembangunan 93 Sekolah Rakyat permanen sepanjang 2026.

Kemenko PM bersama Kementerian Sosial dan seluruh pemangku kepentingan akan terus melakukan evaluasi guna menyempurnakan penyelenggaraan program, baik dari aspek pembelajaran, pengelolaan asrama, maupun kualitas layanan pendidikan.

Lebih lanjut, Muhaimin menegaskan bahwa pemerintah tidak hanya memastikan anak-anak memperoleh pendidikan gratis, tetapi juga menyiapkan masa depan mereka setelah lulus.

Kemenko PM akan terus mendorong lulusan Sekolah Rakyat, khususnya jenjang SMA, agar dapat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, memasuki dunia kerja, menjadi wirausahawan, maupun bekerja sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI) melalui jalur resmi dan terlindungi.

“Tujuan Sekolah Rakyat bukan hanya membuat anak-anak bisa sekolah, tetapi memastikan mereka memiliki masa depan yang lebih baik. Kita ingin mereka memiliki kesempatan melanjutkan kuliah, bekerja, berwirausaha, atau menjadi pekerja migran yang terampil dan terlindungi. Dengan begitu, pendidikan benar-benar menjadi jalan untuk memutus rantai kemiskinan,” pungkasnya.

Sementara itu, Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono yang ikut hadir mengatakan, bahwa Tahun Ajaran Baru 2026, Sekolah Rakyat Permanen Sukoharjo siap digunakan.

Meskipun kuota siswa SD belum terpenuhi, dipastikan operasional Sekolah Rakyat berjalan tahun ini.

“Pengelola Sekolah Rakyat akan memberi kelonggaran bagi orangtua yang ingin menengok anaknya kapanpun,” kata Agus.

Menanggapi kesiapan Sekolah Rakyat Permanen di Sukoharjo ini, Sekda Pemprov Jateng Sumarno mengatakan bahwa Sekolah Raktat Sukoharjo paling siap beroperasional tahun ini.

“Di Jawa Tengah ada 16 lokasi Sekolah Rakyat baik yang permanen maupun rintisan. Biasanya yang paling siap itu yang rintisan. Namun untuk Sekolah Rakyat permanen, Sukoharjo yang paling siap,” ujar Sumarno.

Mengenai adanya kekurangan siswa SD di Sekolah Rakyat, pemerintah akan melakukan diskusi untuk mencari metode yang tepat agar orangtua dari keluarga Desil 1, tidak khawatir melepaskan anaknya untuk menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat ini. (Hasna)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini