KLATEN, SAPA Jateng.id– Ustadz Nur Maulana hadir di acara peresmian masjid Al-Munawwarah dan Pondok Pesantren Nurul Kalam di Dukuh Karangmojo, Desa Karang Pakel, Trucuk, Klaten, Jawa Tengah, Minggu (31/08/2025).
Di hadapan ratusan tamu yang hadir, Nur Maulana, mengajak semua yang hadir di kajian, mendoakan para pemimpin, para ulama, orangtua dan para leluhur.
Ustadz kondang yang terkenal dengan slogannya “Jamaah ya jamaah” ini, bertanya kepada semua yang hadir, kapan terakhir kali mendoakan para pemimpin? Jawabannya, sebagian besar hadirin tidak pernah mendoakan.
Ustadz Maulana juga mengingatkan kepada semua peserta kajian, agar menjadi manusia yang baik dan istikomah, beribadah dengan ikhlas serta karena Allah, menghormati kepada yang lebih tua, menghargai kepada sepantaran, dan menyayangi kepada yang lebih muda.
Sebelum mengisi pengajian akbar, Ustadz Maulana beserta Ketua Dewan Pembina Yayasan Ameena Mulya Indonesia, Hajjah Sri Mulyani serta pengurus lainnya, melakukan potong pita sebagai simbol telah diresmikannya masjid tersebut.
Setelah itu, semua pengurus melakukan sujud syukur. Menurut Ketua Yayasan Ameena Mulya Indonesia, Haji Ponidi, rangkaian kegiatan syukuran peresmian masjid dan pondok pesantren ini, selain pengajian akbar, juga pemberian santunan dan pertunjukan wayang kulit pada Minggu malam.
“Kami beranggapan bahwa wayangan ini bukan hanya sebagai tontonan namun juga sebagai tuntunan. Karena di sana banyak sekali contoh-contoh kebaikan untuk kita semua,” kata Haji Ponidi.
Dalam wayangan, lanjut Haji Ponidi, bisa memberikan inspirasi kebaikan bagi masyarakat pedesaan. Contoh kebaikan yang telah dilakukan para leluhur, para kyai, ulama yang merupakan kepanjangan tangan dari Rosulullah.
Untuk jumlah santri, Haji Ponidi menjelaskan, ada 18 santri setingkat SMP yang tinggal di Ponpes.
“Kami mengutamakan santri yang berasal dari kaum dhuafa, anak yatim piatu, mereka kami berikan beasiswa penuh,” ujar Haji Ponidi.
Sementara itu, Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo yang diwakili Assisten 1 Joko Purwanto, sangat mengapresiasi berdirinya Ponpes di Karangmojo ini.
Menurutnya, Pondok Pesantren adalah investasi jangka panjang bagi santri dan masyarakat sekitar, bersinergi antara moral, spiritual, dan finansial.
“Mari kita makmurkan bersama pondok pesantren kita ini,” pinta Joko Purwanto. (NiK)









