Beranda Berita Utama Aktor “Ketika Cinta Bertasbih” Semangati Pelaku UMKM di Sukoharjo

Aktor “Ketika Cinta Bertasbih” Semangati Pelaku UMKM di Sukoharjo

42
0

SUKOHARJO, TERASMEDIAGO.ID – Aktor film “Ketika Cinta Bertasbih”, M.Cholidi Asadil Alam, menjadi salah satu narasumber seminar bertajuk “Prospek UMKM Sukoharjo Go Global” yang berlangsung di Convention Hall Hotel Brother Solo Baru, Sukoharjo, Jawa Tengah, Sabtu (25/04/2026).

Cholidi yang berperan sebagai Azam dalam “Ketika Cinta Bertasbih” mengatakan jika saat ini dirinya juga pelaku UMKM kuliner. Sebagai pelaku UMKM, ada beberapa hal yang menjadi dasar utama, yaitu manajemen waktu, pendidikan, serta konsistensi dalam berwirausaha.

“Dengan menjadi pelaku UMKM atau enterpreneur itu memberikan dua hal, yaitu merdeka secara waktu dan merdeka secara finansial,” kata Cholidi.

Dirinya memaparkan, sebelum sebagai pelaku usaha, waktunya habis untuk shooting film dan kuliah. Meski masih banyak yang menawari dirinya untuk main film, Cholidi mengaku tetap selektif, tidak bisa asal terima meskipun bayarannya banyak.

Selain sebagai aktor dan pelaku usaha, Cholidi juga sebagai akademisi di sebuah Perguruan Tinggi serta sebagai pendakwah.

“Pernah ditawari main film dengan bayaran lumayan banyak, namun saya tolak. Kenapa? Karena peran saya di film tersebut sebagai Ustadz yang mati karena dicakar anak iblis. Kan gak sesuai dengan status saya sebagai pendakwah?” kata Cholidi yang disambut tawa ratusan peserta seminar.

Kegiatan seminar ini diselenggarakan oleh Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) Sukoharjo, bekerja sama dengan Bank Jateng Syariah. Selain Cholidi, ada beberapa narasumber yang berkompeten di bidangnya.

Yaitu narasumber Singgih Purnomo (dengan tema kenapa harus berbisnis?), R. Djayendra Dewa (Saatnya ICMI bersama UMKM Go Global), dan Slamet Sulistiono (Dukungan Bank Syariah Memperkuat UMKM).

Narasumber R.Djayendra Dewa sekaligus sebagai Ketua ICMI Sukoharjo mengatakan pentingnya kolaborasi lintas sektoral dalam mempercepat UMKM naik kelas.

Untuk mencapai semua itu, pihaknya sudah berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk jaringan dengan pemerintahan pusat untuk memastikan bahwa program penguatan UMKM sudah berjalan secara konkret dan terukur.

Djayendra melanjutkannya, ada tiga kunci utama keberhasilan UMKM, yaitu memahami cara, berani mencoba, dan konsisten sehingga berhasil.

Sebagai langkah UMKM Sukoharjo go internasional, ICMI Sukoharjo akan mengirim perwakilan UMKM ke luar negeri pada bulan September 2026. Selain itu, juga ada pemetaan dan klasterisasi UMKM, kurasi produk yang akan diekspor.

Pihaknya juga mendorongnya para pelaku UMKM untuk belajar digitalisasi agar produknya bisa tembus sampai mancanegara.

“Tujuan kegiatan seminar ini untuk menyemangati para pelaku UMKM agar bangkit dan mengembangkan sayab go global. Kami juga akan melakukan pendampingan pelatihan digitalisasi agar produk UMKM sesuai dengan yang diinginkan pasar internasional,” kata Djayendra.

Saat dikonfirmasi bagaimana cara pelaku UMKM mensiasati efek konflik Timur Tengah yang melambungkan berbagai harga komoditi, Djayendra berharap agar pelaku usaha tetap tenang, jangan mudah terpuruk.

“Saya pernah menyampaikan bahwa orang Indonesia itu tahan banting, begitu juga dengan para pelaku usaha. Tetap konsisten agar usaha tak berhenti di tengah jalan,” harap Djayendra.

Dengan mengikuti seminar ini, diharapkan para pelaku UMKM mendapatkan banyak manfaat, bisa meningkatkan wawasan bisnis, strategi pemasaran, ide usaha kreatif, hingga mendapatkan jaringan relasi. (Hasna)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini