KENDAL,TERASMEDIAGO.ID — Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Kendal meluncurkan program unggulan bernama Kresnayana (Rekreasi Siswa dalam Pengenalan Bahaya Penyalahgunaan Narkoba), bagi anak usia dini lewat kegiatan yang diikuti oleh siswa SDN 2 Karangsari, di Kantor BNNK Kendal, Senin(20/04/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi inovatif BNNK Kendal menuju Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM), sekaligus memperkuat implementasi program ANANDA Bersinar (Aksi Nasional Anti Narkotika Dimulai dari Anak) serta upaya mengedukasi bahaya narkoba kepada anak sejak usia dini melalui pendekatan yang lebih kreatif dan menyenangkan.
Melalui Kresnayana, edukasi dikemas secara kreatif, interaktif, komunikatif, dan mudah dipahami oleh anak-anak.
Salah satu daya tarik utama dalam kegiatan ini adalah penggunaan karakter bertema ikan yang selaras dengan program Integrasi Kurikulum Anti Narkoba (IKAN).
Pemilihan tema dan peraga IKAN tersebut menjadi simbol pendekatan edukasi yang akan diterapkan di seluruh jenjang pendidikan di Kabupaten Kendal, sehingga pesan anti narkoba dapat tertanam sejak dini melalui kegiatan pembelajaran di sekolah baik yang bersifat kurikuler, intrakurikuler, atau ekstrakurikuler.
Kepala BNNK Kendal, Anna Setiyawati, S.Sos., M.M., menyambut secara pribadi kedatangan siswa-siswi SDN 2 Karangsari dalam kegiatan Kresnayana dengan suasana hangat dan penuh semangat.
Dalam kesempatan tersebut, Anna Setiyawati, menyampaikan bahwa BNNK Kendal membuka ruang belajar bagi anak-anak untuk mengenal lebih dekat bahaya narkotika melalui pendekatan yang ramah dan edukatif.
“Yang belum pernah datang ke BNN, kali ini bisa berkunjung ke BNN. Narkotika itu seperti apa, kami punya contohnya. Silakan nanti tim kami akan membawa adik-adik semua masuk ke kantor BNN. Kita wujudkan bersama bahwa anak Indonesia hebat, anak Kendal bersih dari narkoba,” ungkapnya.
Rangkaian kegiatan Kresnayana, dilanjutkan dengan pengenalan sejarah narkotika melalui museum mini BNNK Kendal, yang dipandu oleh Ketua Tim Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNNK Kendal, Sapto Nugroho, S.Sn.
Para siswa diajak memahami secara sederhana bagaimana narkotika berkembang serta dampaknya terhadap kehidupan manusia. Penyampaian materi dilakukan secara ringan agar mudah dicerna oleh anak-anak, tanpa mengurangi substansi penting yang ingin disampaikan.
Kegiatan dilanjutkan dengan menyaksikan penampilan teater berjudul “Lala Si Keras Kepala” yang menjadi media edukasi utama dalam Kresnayana kali ini. Pertunjukan tersebut menghadirkan karakter hewan laut seperti cumi-cumi, ikan bandeng, dan hiu yang diperankan oleh siswa magang SMK Negeri 1 Kendal bersama pegawai.
Drama tersebut mengisahkan tentang Lala, seekor ikan bandeng yang keras kepala dan mudah terpengaruh, yang hampir menjadi korban tipu daya seekor hiu jahat bernama Yuga.
Dalam salah satu dialog, tokoh Caca si cumi-cumi mengingatkan, “Percaya aku, dia itu jahat!” sebagai bentuk peringatan agar tidak mudah percaya pada pihak yang tidak dikenal dan tidak mudah menerima pemberian orang lain yang tidak diketahui maksud dan tujuannya.
“Pesan ini menjadi penekanan penting dalam membangun kewaspadaan anak sejak usia dini,”kata Anna.
Melalui penampilan teater ini, anak-anak tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga ikut terlibat secara emosional dalam memahami pesan yang disampaikan.
Program Kresnayana sekaligus menjadi langkah konkret BNNK Kendal dalam menanamkan pemahaman tentang bahaya narkoba sejak usia dini melalui pendekatan yang menyenangkan.
Kegiatan Kresnayana ini mendapatkan respons positif dari pihak sekolah. Dalam kesan dan pesannya, Nur Hidayah, S.Pd., M.Pd., selaku guru pendamping mewakili Kepala Sekolah SDN 2 Karangsari menyampaikan ucapan terima kasih kepada BNNK Kendal.
“Terima kasih BNN dalam program Kresnayana, semoga kegiatan ini akan terus berlangsung, berkelanjutan. Tidak hanya di SD kami, semoga SD-SD yang lain juga bisa merasakan kegiatan hari ini. Selain memberikan ilmu bagi anak-anak kami, memberikan pengalaman yang sungguh menyenangkan dan luar biasa,”terangnya.
Selain memperkaya pengalaman belajar siswa, kegiatan ini juga memberikan wawasan baru bagi para guru dalam memahami pola edukasi narkoba yang lebih efektif dan relevan dengan kondisi saat ini.
Dengan pendekatan yang interaktif dan menyenangkan, Kresnayana diharapkan mampu menjadi model edukasi yang dapat direplikasi di berbagai sekolah.
Upaya ini sekaligus mempertegas komitmen BNNK Kendal dalam menciptakan generasi muda yang sehat, cerdas, dan tangguh terhadap ancaman narkoba sehingga terwujudnya Kabupaten Kendal Bersinar.(SPW)









