KENDAL, SAPA Jateng.id– Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari membuka acara Sosialisasi Deteksi Dini dan Pencegahan Konflik Sosial di Balai Desa Pesaren, Kecamatan Sukorejo, Selasa(23/09/2025).
Acara yang digelar oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik(Kesbangpol) Kabupaten Kendal ini, dihadiri oleh wakil Bupati Kendal, Benny Karnadi, Forkopimda, Forkopimcam Kepala Desa setempat, dan puluhan warga setempat.
Dalam sambutannya, bupati menyambut baik atas dilaksanakannya kegiatan ini, serta menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi atas kiprah dan peran serta Bapak-Ibu seluruh warga Pesaren selama ini, terutama kontribusinya terhadap kehidupan sosial, keagamaan, dan pembangunan daerah di Kabupaten Kendal.
“Mari kita satukan komitmen, membangun Kendal dengan semangat persatuan dan gotong royong. Sinergi dengan masyarakat, akan menjadi kunci utama dalam menciptakan kemajuan Kabupaten Kendal ke depan,”kata bupati.
Menurut bupati, pembangunan daerah yang berkelanjutan tidak hanya mengandalkan pertumbuhan ekonomi dan pembangunan fisik semata, tetapi juga memerlukan kondisi sosial yang stabil, aman dan harmonis.
Salah satu pilar utama dalam menjaga stabilitas tersebut adalah dengan mendengarkan, memahami, dan merespons aspirasi masyarakat secara terbuka dan bijaksana.
“Saran, masukan dan peran Bapak/ Ibu semua senantiasa kami tunggu untuk kemajuan daerah kita tercinta. Kepada Kepala Desa dan Bapak-Ibu semua warga Pesaren, semoga dapat mendukung program-program kerja Pemda berjalan dengan baik dan semakin memberikan kemanfaatan bagi masyarakat,”ujar bupati.
Dikatakan, kegiatan hari ini menjadi bukti nyata komitmen Pemerintah Daerah untuk membuka ruang dialog, mendengarkan masukan, dan harapan masyarakat, serta menjadikannya sebagai bahan perumusan kebijakan yang berpihak pada kepentingan rakyat sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Deteksi dini konflik bukan sekadar soal data atau laporan. Namun ini tentang rasa, tentang empati, tentang kemampuan kita mendengar dan memahami kegelisahan masyarakat sejak awal.
“Jika kita mampu merangkul sebelum masalah membesar, kita bisa menjaga Kendal tetap aman, rukun, dan tentram. Saya juga membaca komentar-komentar di akun media sosial Saya. Misalnya, kemarin ada warga yang laporan tentang lampu lalu lintas yang mati, atau sungai penuh sampah dan lainnya. Saya senang bisa tahu permasalahan warga secara langsung, dan bisa lebih cepat mengatasinya,”terang bupati.
Bupati menyampaikan, bahwa konflik sosial kerap kali berakar dari ketidakadilan, miskomunikasi, dan kurangnya partisipasi publik dalam proses pengambilan keputusan atau kebijakan.
“Oleh karena itu, melalui forum ini kita harapkan terjalin komunikasi dua arah yang sehat antara masyarakat dan pemerintah. Saya mengajak seluruh elemen masyarakat, baik itu tokoh agama, tokoh masyarakat, maupun para pemangku kepentingan lainnya, untuk bersama-sama menjaga keharmonisan sosial dan mencegah potensi konflik sedini mungkin,”ungkap bupati.
Bupati mengajak, jadikan perbedaan sebagai kekuatan, bukan pemicu perpecahan, Pemerintah Daerah akan terus berupaya membangun sistem deteksi dini terhadap potensi konflik, meningkatkan kapasitas kelembagaan dalam penyelesaian sengketa secara damai, serta memperkuat partisipasi masyarakat dalam menjaga ketentraman dan ketertiban umum.
Dengan sinergi dan kerja sama yang baik, insyaAllah keamanan dan ketertiban, serta kondusivitas wilayah di Kabupaten Kendal bisa terwujud, sehingga pelaksanaan program pembangunan di Kabupaten Kendal dapat berjalan dengan baik untuk kesejahteraan masyarakat.
“Mari senantiasa berdoa mohon pertolongan Allah dan berikhtiar seoptimal mungkin sebagai bentuk pengabdian kita kepada bangsa dan Negara. Saya mendoakan kepada para tokoh agama, tokoh masyarakat, dan seluruh warga Pesaren, semoga diberikan kesehatan, kekuatan dan kemudahan dalam menjalankan perannya masing-masing,”ucap bupati.
“InsyaAllah, dengan doa dan ikhtiar bersama, kita bisa membangun Kabupaten Kendal yang lebih baik, bermanfaat dan berkelanjutan, guna mempercepat terwujudnya Kendal yang beribadat, berdikari dan semakin sejahtera,”imbuhnya.
Kepala Kesbangpol Kabupaten Kendal, Alfebian Yolando mengatakan, bahwa permasalahan yang ada di Dusun Dayunan Desa Pesaren, sudah berjalan berpuluh-puluh tahun. Mereka selalu resah menunggu jadwal eksekusi akan diambil tanahnya.
“Tapi tadi sudah kita dengar bersama, ternyata banyak hal, banyak celah, banyak yang bisa terjadi seperti mediasi, bukti baru dan lain sebagainya. Jadi dengan pertemuan ini masyarakat mempunyai kesempatan untuk berdiskusi dengan Forkopimda,”kata Alfebian Yolando.
Menurut Febi, dalam sosialisasi tersebut, yang disengketakan ada tujuh bidang. Tujuh bidang itu, ternyata ada ahli warisnya dan masyarakat juga menempati bidang tersebut.
Hanya saja, selama ini tidak ada pertemuan antar masyarakat dan Forkopimda, maka tidak bisa fokus permasalahannya, tapi setelah hari ini ada pertemuan mereka paham.
“Alhamdulilah, hari ini mediasi saya anggap berhasil dan selanjutnya di lain waktu akan kami fasilitasi untuk dilakukan pertemuan lagi dengan Forkopimda,”ujarnya.(Likwi)









