Beranda Berita Utama Bupati Klaten Datangi Salah Satu Dapur SPPG di Kalikotes, Menindaklanjuti Adanya Puluhan...

Bupati Klaten Datangi Salah Satu Dapur SPPG di Kalikotes, Menindaklanjuti Adanya Puluhan Siswa Diare

34
0

KLATEN,TERASMEDIAGO.ID– Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo beserta rombongan mendatangi dapur SPPG Satya Haprabu di Kalikotes, Klaten, Sabtu (11/4/2026).

Kedatangan bupati ingin meminta keterangan pihak SPPG, terkait adanya 80an siswa yang sakit perut dan diare setelah menyantap MBG beberapa hari yang lalu.

Bupati disambut Kepala SPPG Alwan Fauzan beserta pengurus lainnya. Bupati mengecek lokasi di dalam dan mengakui ada bagian ruangan yang bau.

Dari temuan tersebut, bupati menghimbau agar pihak SPPG segera berbenah agar bau tersebut hilang.

Terkait menu MBG yang menyebabkan siswa diare, diakui pihak SPPG kalau ada daging ayam yang amis.

“Dari 850 ompreng, hanya sebagian menu yang bau, tidak semua masakan kami tidak enak. Sebagian besar banyak yang enak dan layak,” kata Alwan.

Menanggapi hal tersebut, bupati berharap pihak SPPG tidak mengulangi lagi.

“Ini bagian dari pengawasan kami, agar anak-anak tidak keracunan. Jangan sampai ada kejadian fatal. Tadi kami temukan ada ruangan yang bau, harus dihilangkan itu baunya,” ujar Bupati Hamenang.

Di depan bupati, Kepala Sekolah SMPN 1 Kalikotes, Anik Ari Astuti menjelaskan, temuan berawal dari tanggal 2 April 2026. Saat itu ditemukan sayur wortel yang sudah berlendir.

Temuan tersebut sudah ia laporkan ke pihak SPPG diterima Alwan. Pihak SPPG berjanji akan memperbaiki.

Lalu pada 6 April 2026, ditemukan menu ayam masih mentah dan ada darahnya. Dilanjut tanggal 7 April, ada menu yang ayam bau amis, ayam belum matang, ada belatung, ayam masih ada bulunya.

Temuan tersebut dilaporkan ke pihak SPPG lagi dan ada forum membahas temuan tersebut. Lalu pada 8 April, ada menu selada yang masih ada binatangnya.

“Dari rentetan temuan tersebut, kami meminta para siswa untuk jujur, apakah ada yang sakit perut. Ternyata siswa kami banyak yang mual, pusing, dan diare. Ada 80an lebih siswa dan 2 guru yang diare,” ungkap Anik.

Dari forum tersebut, lanjut Anik, pihak sekolah memohon kepada SPPG untuk tidak mengirim MBG selama 2 minggu.

Hal tersebut ditempuh untuk menghindari siswa dan guru traumatik dengan menu MBG.

Sebelum ke Kalikotes, Bupati juga meninjau dapur SPPG di Jonggrangan, Klaten Utara, yang memasok MBG untuk SMKN 1 Klaten.

Karena beberapa hari yang lalu, puluhan siswa dan guru juga diare setelah menyantap MBG menu mie ayam.

“Setelah kami telusuri, ternyata menu mie ayam yang harus segera dimakan setelah dikirim. Itu baru dinikmati 2 jam setelahnya. Pihak SPPG tidak ditemukan pelanggaran,” lanjut bupati.

Bupati memberi peringatan keras, agar semua SPPG di seluruh Kabupaten Klaten bekerja sebagaimana mestinya, agar penerima manfaat senang. (Hasna)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini