Beranda Berita Utama Bupati Tika Launching Wisata Tubing Genting Program Genting Agro-Edu Eco Experience atau...

Bupati Tika Launching Wisata Tubing Genting Program Genting Agro-Edu Eco Experience atau ‘Gardu’

64
0
Bupati Tika sedang memberikan sambutan.(Foto:TM/ SPW)

KENDAL, TERASMEDIAGO.ID– Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, melaunching Wisata Tubing Genting Program Gardu (Genting Agro-Edu Eco Experience), di Pendopo Tubing Genting Desa Getas, Kecamatan Singorojo, Jumat(4/09/2026).

Bupati menyambut baik dan mengapresiasi setinggi-tingginya kepada Tim PPK Ormawa BEM FIK dan Para Mahasiswa Universitas Dian Nuswantoro Semarang, serta masyarakat Getas dan semua pihak, atas kolaborasinya dalam melaunching Wisata Tubing Genting Program Gardu (Genting Agro-Edu Eco Experience).

Menurut bupati, launching ini sebagai momentum dan peresmian kembali potensi Wisata Tubing di Desa Getas kepada masyarakat dan stakeholder.

Kegiatan ini menjadi wadah untuk memperkenalkan potensi wisata dan ekonomi lokal, serta memperkuat kolaborasi dan kelembagaan antara Pemerintah Desa, Universitas, masyarakat, pengelola wisata, UMKM, dan stakeholder melalui kerja sama yang mendukung pengembangan wisata melalui teknologi, kelembagaan, dan pengalaman wisata langsung.


“Mari dorong serta lakukan inovasi dan promosi wisata melalui pemanfaatan website dan teknologi Augmented Reality (AR) sebagai media informasi dan promosi wisata, serta diperkenalkannya produk-produk UMKM Desa Getas kepada masyarakat luas,” ajak bupati.

Bupati meminta untuk meningkatkan partisipasi dan manfaat ekonomi masyarakat, melalui keterlibatan UMKM serta pengalaman langsung produk wisata tubing sebagai bagian dari pengembangan wisata yang berkelanjutan.

Bupati menyampaikan bahwa, Desa Getas ini memiliki potensi wisata alam unik dan menarik berupa Tubing Genting yang dikelola oleh BUMDes Mitra Mandiri dengan memanfaatkan aliran Sungai Genting sepanjang kurang lebih dua kilometer yang masih asri dan alami.

Selama tiga tahun terakhir, jumlah kunjungan wisatawan mengalami penurunan, yaitu sebesar 44% pada tahun 2023-2024 dan 79% pada tahun 2025.

Penurunan tersebut disebabkan oleh belum adanya launching resmi desa wisata serta promosi yang belum berjalan optimal, baik secara digital maupun konvensional.

Maka, pada hari ini dilakukan Launching atau Peresmian Desa Wisata Tubing Genting Program Gardu (Genting Agro-Edu Eco Experience).

Kegiatan ini merupakan tahap awal peresmian Wisata Tubing Genting kepada masyarakat dan stakeholder, meliputi peluncuran website dan teknologi AR, pengenalan UMKM Desa Getas, penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Pemdes Getas dan Universitas Dian Nuswantoro.

“Melalui peresmian ini, Kami berharap tempat ini mendatangkan berkah ekonomi bagi warga Getas dan sekitar, UMKM lokal, warung, dan penyedia parkir tentu ikut merasakan peningkatan pendapatan,” harapnya.

Dikatakan wisata alam berbasis air ini menuntut kepedulian tinggi terhadap kebersihan lingkungan. Maka, kepada seluruh pengelola dan pengunjung untuk tidak membuang sampah di sepanjang sungai ini. Faktor keselamatan atau safety bagi wisatawan harus menjadi prioritas utama pengelola.

“Jagalah kebersihan, kerapian, dan keramahan di Wisata Tubing Genting ini. Pastikan fasilitas yang tersedia aman, nyaman, dan terawat. Mari kita bersama-sama menjaga fasilitas yang ada ini dengan baik,”pintanya.

Bupati berharap, semoga objek wisata air ini dapat menjadi ikon baru pariwisata daerah dan memberikan manfaat nyata bagi kemajuan bersama.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Udinus, Prof. Dr. Dra. Kusni Ingsih, mengatakan bahwa Udinus memiliki 80 organisasi kemahasiswaan.

Ia menjelaskan, terdapat beberapa program yang salah satunya merupakan program dari Kementerian Riset dan Teknologi. Program tersebut bertujuan mendorong organisasi mahasiswa agar tidak hanya berkegiatan di dalam kampus, tetapi juga keluar dan mengeksplorasi diri melalui kegiatan yang memberikan dampak bagi masyarakat.

“Lima tahun berturut-turut kami melakukan kegiatan seperti ini. Dalam satu bulan terakhir ini, kami juga melakukan kegiatan yang sama seperti di Desa Getas,” katanya.

Sementara itu, kegiatan yang dilakukan mahasiswa di Wisata Tubing Genting dinilai telah sesuai dengan tema yang ada di fakultas Udinus.

“Sejak adanya kejadian beberapa bulan lalu, Wisata Tubing Genting ini mengalami penurunan pengunjung. Oleh sebab itu, pihak kampus berkolaborasi dengan Dinas Pariwisata dan Basarnas untuk memajukan Wisata Tubing Genting ini, dengan harapan para investor dapat hadir di sini. Nantinya, hal tersebut diharapkan dapat menggairahkan dan memajukan Desa Getas kembali,” ungkapnya.(SPW)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini