Beranda Berita Utama Garda Muda Bersinar dan Madani Creative Salurkan Bantuan Air Bersih di Lereng...

Garda Muda Bersinar dan Madani Creative Salurkan Bantuan Air Bersih di Lereng Merapi

42
0

KLATEN, TERASMEDIAGO.ID – Prihatin dengan adanya wilayah kekeringan di lereng Merapi, Organisasi Garda Muda Bersinar Klaten dan Madani Creative menyalurkan bantuan air bersih. Hal ini untuk memperingan beban warga.

Ketua Garda Muda, Dian Mardiastya menjelaskan, bantuan air bersih yang disalurkan sebanyak 10 tangki dengan kapasitas 70.000 liter ke Dukuh Grintingan, Desa Tegalmulyo, Kemalang, Klaten, Selasa (8/9/2026).

Karena ketersediaan truk tangki terbatas, bantuan air bersih disalurkan secara bertahap. Begitu tangki air datang, warga berbondong-bondong membawa ember dan jerigen. Setelah selesai mengisi jerigen warga, sisa air dimasukkan ke tandon air.

“Kami dari organisasi Garda Muda Bersinar Klaten dan Madani Creative menyalurkan bantuan ke warga lereng Merapi, tepatnya di Dukuh Granting, Desa Tegalmulyo, Kecamatan Kemalang, Klaten. Bantuan kami salurkan bertahap, namun selesai dalam satu hari kita dropping,” kata Dian.

Dian dan kawan-kawan berharap, dengan adanya bantuan ini, beban warga lereng Merapi menjadi sedikit berkurang.

“Dengan adanya bantuan dari kami ini, semoga beban warga lereng Merapi khususnya warga Dukuh Grintingan sedikit berkurang. Karena untuk membeli air satu tangki, harganya antara Rp320.000 sampai Rp350.000, tergantung besar kecilnya kapasitas tangki,” tambah Dian.

Warga Dukuh Grintingan, Sehono Ratno Utomo mengatakan, bantuan air bersih dari semua pihak, dikucurkan dalam bak tandon air. Selanjutnya nanti para warga mengambil air sesuai kebutuhan, biar merata. Di Dukuh Granting, ada 77 Kepala Keluarga (KK) atau 244 jiwa.

“Semua air bantuan dari Garda Muda, dari Madani Creative, dari BPBD Klaten, atau dari pihak manapun, kami tampung di bak tandon. Untuk warga yang membutuhkan, nanti ambil secukupnya, biar merata,” ujar Sehono.

Sehono melanjutkan, selain mengandalkan bantuan para donatur, warga di Desa Tegalmulyo ini sudah beberapa kali membeli air bersih.

“Mengandalkan bantuan para donatur pasti tidak mencukupi, warga di sini juga membeli air bersih, yang harganya lumayan mahal yaitu Rp350.000 per tangki. Biasanya cukup untuk 15 hari sampai 20 hari, tergantung jumlah ternak dan anggota keluarga,” ucapnya.

Dampak kekeringan ini, Sehono mengaku sudah menjual 15 ekor kambing untuk membeli air, jerami, rumput, dan pakan instan untuk ternak sapi dan kambingnya. Warga lain, Darso (60 tahun) mengucapkan banyak terimakasih banyak orang baik atau donatur yang memberi sumbangan air bersih.

“Terimakasih kepada orang-orang baik yang telah membantu kami menyalurkan air bersih. Dengan adanya bantuan ini, beban kami sedikit berkurang,” kata Darso.

Selama kekeringan yang sudah berlangsung 3 bulan lebih ini, dirinya sudah membeli air bersih. Selain beban membeli air bersih, dirinya juga harus membeli jerami dan pakan ternak sapi. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, dirinya terpaksa menjual sapi seharga Rp17 juta untuk membeli air bersih dan pakan ternak.

“Semua ternak di sini harus minum air, sehingga pengeluaran kami di musim kemarau ini bertambah. Karena air harus beli, jerami beli, pakan tambahan juga beli,” kata Darso.

Meski tantangan hidup berat, warga lereng Merapi ini mengaku tetap semangat. Mereka tetap mencari rumput untuk pakan kambing, meskipun banyak rumput yang mati kekurangan air.

Selama ini, warga mengaku mengandalkan air hujan untuk kebutuhan sehari-hari. Ada embung di Desa Tegalmulya, namun jaraknya sangat jauh. Dukuh Grintingan ini adalah salah satu dukuh paling dekat dengan puncak gunung Merapi. (Hasna)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini