KLATEN, TERASMEDIAGO.ID – Imbas positip program pemerintah makan bergizi gratis (MBG) dirasakan pelaku usaha tahu di Desa Cokro, Kecamatan Tulung, Klaten, Jawa Tengah.
Perusahaan Tahu Sehat Sari ini, setiap harinya memproduksi tahu dari kedelai sebanyak 2 ton. Setelah adanya MBG ini, meningkat menjadi 2,5 ton sampai 2,7 ton kedelai.
Menurut Manager Produksi, Suyoto, ada sebanyak 17 sampai 20 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang memesan tahu di sini, untuk salah satu menu MBG.
SPPG tersebut berasal dari Klaten, Solo, Karanganyar, Boyolali, Yogyakarta, dan Sleman.
“Kebutuhan tahu di setiap SPPG berbeda-beda. Kadang hari ini pesan, besok tidak pesan, karena menunya setiap hari pasti berganti. Untuk hari ini kami menyetor ke SPPG sebanyak 14 ribu potong tahu putih dan kuning, serta 14 ribu potong tahu magel,” jelas Suyoto, saat ditemui di pabrik tahu, Kamis (27/11/2025).
Banyaknya order yang masuk, menjadi berkah rejeki bagi pengelola. Agar semua pesanan bisa terpenuhi, terkadang jam produksi diperpanjang dan karyawan packing ditambah 6 orang. Yang semula 24 karyawan, naik menjadi 30 karyawan.
Dari total produksi, 30 persen tahu masuk SPPG. Sisanya untuk memenuhi pesanan beberapa rumah sakit sebanyak 3 ribu potong, dan dijual ke pasar.
Banyaknya SPPG yang order di tempat ini, karena tahu di sini sudah lolos verifikasi kelayakan dan sehat. Dari uji lab yang dilakukan oleh para mahasiswa yang berkunjung, tahu di sini tidak ada bahan kimianya.
“Tahu di sini dinyatakan sebagai makanan sehat, tidak mengandung bahan kimia, sehat dikonsumsi untuk MBG dan masyarakat luas,” sambung Suyoto.
Produk dari Tahu Sehat Sari ini ada beberapa macam. Ada tahu sayur putih, tahu sayur kuning, tahu madu, tahu goreng, tahu kelor, dan nugget tahu. Harganya bervariasi, antara Rp450 – Rp700 per potong.
Untuk pengolahan, peralatannya sudah semi modern dengan tungku boiler.
Selain berproduksi secara reguler, pabrik tahu di sini juga membuka kunjungan outing class dari siswa PAUD sampai mahasiswa.
Untuk anak-anak diperkenalkan proses produksi tahu sekaligus praktek membuat nugget dari tahu.
Salah seorang Kepala Sekolah, Siti Marfuatun dari BA Aisyah 2 Kradenan, Trucuk, kegiatan outing class ini sudah menjadi agenda rutin akhir tahun. Pihak sekolah memang memutuskan untuk berkunjung ke pabrik tahu.
“Tujuan kami ingin memperkenalkan pada anak, bagaimana proses membuat tahu itu sekaligus praktek membuat nugget. Tujuan yang ke 2, sesampai di rumah agar anak-anak suka makan tahu, karena tahu salah satu makanan yang sehat dan protein tinggi,” ujar Siti.
Salah seorang siswa Kelompok Bermain, Syahnas, mengaku senang bisa melihat dari dekat cara membuat tahu. (Hasna)









