Beranda Berita Utama Ini Hasilnya, Acara Dialog Publik yang Digelar di Aula Kecamatan Kaliwungu

Ini Hasilnya, Acara Dialog Publik yang Digelar di Aula Kecamatan Kaliwungu

267
0
Suasana dialog publik di Aula Kecamatan Kaliwungu.(Foto:TM/ SPW)

KENDAL,TERASMEDIAGO.ID– Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, menghadiri acara dialog publik yang digelar di Aula Kecamatan, Kaliwungu Kendal, Sabtu (15/11/2025).

Selain sejumlah anggota DPRD Kendal, TP2D Kendal, tokoh masyarakat, acara ini juga dihadiri oleh puluhan warga Kaliwungu.

Banyak hal yang disampaikan dalam dialog ini, dari banjir rob yang hampir setiap malam merendam permukiman, penumpukan sampah di TPA Darupono, dan keberadaan kafe di sekitar Makam Sunan Katong yang dianggap mengganggu lingkungan religius.

Dalam dialog ini, Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari menyoroti kondisi TPA Darupono yang sampahnya telah meluber hingga mendekati badan jalan, sehingga ia meminta pemerintah desa memperkuat pengelolaan TP3R dan menyediakan fasilitas pemilahan sampah sejak dari rumah tangga.

Bupati menyampaikan, bahwa investor pengolahan sampah akan ia gandeng karena APBD tidak cukup.

“Pengelolaan sampah tidak akan berjalan tanpa disiplin masyarakat dalam memilah dan membuang sampah. Kesadaran kolektif menjadi kunci utama, agar timbunan sampah tidak terus meningkat dan menimbulkan dampak lebih besar,”ungkap bupati.

Selain persoalan sampah, bupati menekankan pentingnya menjaga kondusivitas wilayah sebagai fondasi pembangunan. Ia mendorong warga untuk menyampaikan gagasan kreatif dan usulan prioritas agar kebijakan daerah lebih tepat sasaran.

“Selain itu, penanganan banjir juga bukan hanya tanggung jawab pemerintah. Masyarakat juga harus menjaga lingkungan,” tegas bupati.

Bupati menambahkan, sebagian besar sungai di Kendal berada di bawah kewenangan pemerintah Provinsi. Pemerintah Kabupaten hanya dapat melakukan pendampingan dalam pengerukan dan normalisasi.

“Normalisasi Kali Aji hingga Kali Bendo, belum direalisasi karena terkendala keberadaan kabel PLN, jaringan Telkom, dan bangunan yang menghalangi alat berat masuk ke lokasi,”jelasnya.

Jumadi, anggota BPD Mororejo mengeluhkan banjir rob yang hampir setiap malam merendam permukiman. Banjir ini bahkan menimbulkan kerugian materiil, termasuk kerusakan perabot dan kendaraan warga.

“Malam air datang, sorenya surut. Malam datang lagi,” kata Jumadi.

Usulan juga disampaikan Ketua MUI Kaliwungu, Lukman Hakim. Dia menyoroti jumlah masjid dan musala di kawasan industri dan perusahaan yang dinilai belum memadai.
Pihaknya meminta agar perusahaan lebih ramah terhadap kegiatan keagamaan, serta transparan dalam penyaluran CSR agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat.

Faizun anggota BPD Kutoharjo menambahkan, banjir di RW 1 dan 2 bisa mencapai lutut orang dewasa ketika hujan turun lebih dari satu jam. Ia juga mengingatkan adanya bantuan tong sampah untuk MTs NU Sunan Katong yang hingga kini belum terealisasi.

Sementara itu, tokoh masyarakat dan Pengurus Masjid Agung Kaliwungu, Muhammad Naimudin, menyoroti belum jelasnya payung hukum terkait akses kerja warga lokal di kawasan industri.

Dia menekankan perlunya penertiban kafe-kafe di sekitar Makam Sunan Katong.
“Masa di sekitar makam wali dibiarkan berkaraoke,” katanya.

Menanggapi keluhan warga, bupati memastikan pendataan kebutuhan masyarakat masih berlangsung, termasuk inventarisasi permohonan tong sampah dari desa dan lembaga pendidikan yang akan diproses bersamaan, agar penyalurannya lebih efektif.(SPW)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini