Beranda Berita Utama Nilai Ekspor Kawasan Ekonomi Khusus 90 Triliun, Tapi Pemkab Kendal Tidak Mendapatkan...

Nilai Ekspor Kawasan Ekonomi Khusus 90 Triliun, Tapi Pemkab Kendal Tidak Mendapatkan Dana Perimbangan Hasil Fiskal Sama Sekali ?

184
0

KENDAL, TERASMEDIAGO.ID– Mewakili Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari yang berhalangan hadir, Wakil Bupati Kendal, Benny Karnadi menghadiri acara Panen Padi Perdana di Desa Tambaksari, Kecamatan Rowosari, Senin(06/04/2026).

Panen padi perdana ini, merupakan kegiatan Program Studi S1 Agribisnis Fakultas Ekonomi Bisnis(FEB) Unimus Semarang bersama petani binaan khususnya kelompok tani Sido Makmur yang ada di Desa Tambaksari, Kecamatan Rowosari.

Dalam sambutannya, Benny Karnadi sangat mengapresiasi terhadap Unimus Semarang yang telah membina kelompok tani untuk mengembangkan padi jenis inpari 32 di Kabupaten Kendal.

Menurut Benny Karnadi, kebutuhan pangan di Kabupaten Kendal hingga saat ini sudah tercukupi. Justru problem yang harus dihadapi adalah distribusi dan stabilitas harganya.

“Kami berharap, bahwa Unimus Semarang tidak hanya sekedar menjadi rantai produksinya saja, akan tetapi harus bisa menjadikan distribusinya berjalan dengan baik. Jangan sampai terkendala dengan orang- orang yang ingin mengambil keuntungan seperti masuknya tengkulak,”harap Benny.

Bernny juga menyampaikan, pendampingan petani dengan luasan lahan hampir 4000 meter dengan hasil panen dua setengah ton, tentu sangat baik di tengah kondisi Kabupaten Kendal saat ini.

“Kami sangat senang bahwa Universitas Muhammadiyah Semarang bisa ikut menyumbang ke Kabupaten Kendal di dalam proses ketahanan pangan dan tentu kami berharap untuk bisa dikembangkan dengan baik,”terang Benny.

Untuk diketahui, Kabupaten Kendal pertumbuhan ekonominya mencapai 7,99 persen, jauh di atas pertumbuhan ekonomi nasional yang hanya 5,12 persen. Angka kemiskinan juga menurun.

Namun lanjut Benny, bahwa ada problem yang hingga hari ini belum bisa ia selesaikan terkait dampak dari penambangan, yakni jalan rusak.

“Terus terang, kami belum bisa menyelesaikan terutama akibat dari penambangan yang ada di Kabupaten Kendal,”jelas Benny.

Benny mengakui, bahwa Kabupaten Kendal memiliki kawasan ekonomi khusus, hampir 80 persen adalah investor dari luar negeri. Nilai ekspornya dari Kabupaten Kendal mencapai 90 triliun di tahun 2025.

“Nilai ekspornya 90 triliun, tapi kami tidak mendapatkan dana perimbangan hasil fiskal sama sekali. Jadi kalau tambang di wilayah Ngampel dan di wilayah Kaliwungu, truk- truk tambang mereka pada beroperasi jalan-jalan memang sangat rusak. Untuk memperbaiki, butuh anggaran yang sangat luar biasa,” terang Benny.

Rektor Unimus Semarang, Prof. Dr. H. Masrukhi, M.Pd. mengatakan, panen padi perdana ini merupakan Program Studi S1 Agribisnis Fakultas Ekonomi Bisnis(FEB) Unimus Semarang, bersama petani binaan khususnya kelompok tani Sido Makmur yang ada di Desa Tambaksari, Kecamatan Rowosari Kabupaten Kendal.

Padi yang akan dipanen berada di areal lahan sekitar 3.840 meter persegi dengan jenis padi inpari 32. Dan hasil panennya sekitar 2, 5 ton, jika nanti sudah menjadi beras akan menjadi sekitar 1,5 ton.

“Untuk itu, kami minta doa dan restu Bapak/ Ibu semuanya, demi kelancaran panen padi perdana ini. Insya Allah, ini panen perdana dan akan disambung dengan program- program pemberdayaan masyarakat, penelitian dari program agribisnis yang sudah menanti dengan luasan sekitar lima hektar dan juga berada di wilayah Kecamatan Rowosari,”ungkapnya.(SPW)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini