KLATEN, TERASMEDIAGO.ID – Petani dari Desa Wiro, Kecamatan Bayat, Klaten, Jawa Tengah, berhasil menanam padi dengan hasil panen sangat baik. Hal ini terbukti setelah petani tersebut memakai pupuk organik Komsah.
Sebelum menanam padi di sawah luas, petani Budi Santoso membuat ubinan terlebih dahulu. Ubinan ini sebagai sampel lahan, berukuran 2,5 x 2,5 meter. Petak sampel inilah yang disebut ubinan. Pemilihan lokasi ubinan ini dicari secara acak.
Budi Santoso yang didampingi Tim Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kecamatan Bayat dan Tim Pusat Kesehatan Tanah (Puskestan) Klaten ini, menanam padi varietas Kalimantan.
Selama proses pertumbuhan sampai panen, Budi menggunakan pupuk sekitar 100 kilogram yaitu urea satu zak dan pupuk Ponska satu zak serta produk dari Komsah berupa KCT dan KCM.
“Dalam ubinan ini, saya menggunakan pupuk urea dan Ponska dua zak dan produk Komsah berupa KCT dan KCM. Hasilnya sangat bagus,” kata Budi Santoso, Senin (14/9/2026).
Dengan memakai produk Komsah, bulir padi muncul sampai ke pangkal batang, warna daunnya hijau sehat. Saat panen, petak ubinan ini menghasilkan gabah 6,5 kilogram.
Apabila hal ini dikonversikan ke lahan sawah seluas satu hektar, hasilnya sekitar 10,4 ton per hektar. Hasil panen padi ini sangat bagus, karena sebelum memakai produk Komsah, hasil panennya di bawah 8 ton.
Menurut petugas PPL Kecamatan Bayat, Muhson Burhani yang menaungi Tani Sido Mukti dengan luasan lahan 2700 meter tersebut, tanah sawah di Desa Wiro kondisinya banyak mengandung asam atau istilahnya asem-aseman. Hal tersebut menjadi kendala utama untuk budidaya padi.
“Tanah sawah di sini sering muncul asem-aseman sampai saat ini. Namun setelah Pak Budi ini mengaplikasikan produk Komsah, asem-aseman tersebut tidak muncul lagi. Hasil panennya bagus,” kata Muhson.
Tim pendamping dari Puskestan Klaten, Meyrin Novia mengatakan selama masa pertumbuhan padi sampai panen, Budi Santoso mengaplikasikan produk Komsah yaitu penyemprotan KCT satu kali dan penyemprotan KCM tiga kali.
“PH tanah di lahan sawah Pak Budi di angka 6. Setelah menggunakan produk Komsah, pH bisa netral, sehingga panennya bagus,” kata Meyrin.
Dengan perubahan nyata ini membuktikan bahwa mengolah tanah agar sehat, sebelum ditanami, menjadi keharusan. Banyaknya tanah rusak inilah yang membuat banyak petani enggan menggarap sawahnya, karena hasil panen tidak sebanding dengan biaya dan tenaga yang dikeluarkan.
“Menyehatkan tanah agar panennya melimpah, itu suatu keharusan. Puskestan dan Komsah hadir mendampingi petani agar program swasembada pangan yang dicanangkan pemerintah benar-benar terwujud di Klaten dan daerah-daerah lainnya,” ungkap pimpinan Puskestan Klaten, Philip Avianto Wicaksono.
Menurut Philip, Komsah adalah pupuk organik berbasis seresah atau dedaunan. Produk ini sangat cocok untuk mengembalikan struktur tanah rusak, menetralkan pH tanah, menyuburkan, dan lain-lain. Karena pupuk organik, sangat aman untuk kesehatan tanah jangka panjang. (Hasna)









