KLATEN, SAPA Jateng.id– Momen pernikahan seharusnya berakhir dengan rasa bahagia dan menikmati bulan madu.
Namun tidak bagi pasangan pengantin dari Dukuh Tambaksari, Desa Gemblegan, Kalikotes, Klaten, Jawa Tengah ini.
Karena usai resepsi pernikahan, pengantin pria harus berurusan dengan polisi, meskipun hanya sebagai saksi.
Kronologisnya, di acara pernikahan yang berlangsung pada Minggu (28/9/2025) siang sampai sore, ada hiburan organ tunggal, salah satu crew nya adalah RWS (23).
Meski resepsi sudah selesai pukul 15.00 WIB, namun hiburan jalan terus, sesuai kesepakatan sampai pukul 17.00 WIB.
Namun, ada perselisihan antara penonton dan crew tukang ketipung RWS warga Desa Gumulan, Klaten Tengah pada pukul 16.00 WIB, hingga terjadi penganiayaan.
Korban RWS dipukul dengan kursi lipat. Begitu yang terlihat dalam video viral yang beredar di medsos.
Kapolres Klaten, AKBP Nur Cahyo membenarkan adanya peristiwa kekerasan tersebut.
Setelah menerima laporan dari korban, pada Senin sore (20/9/2025), Satreskrim mengamankan 8 orang yang saat itu ada di tempat kejadian perkara (TKP). Salah satunya pengantin pria.
“Namun dari hasil pemeriksaan, hanya 3 orang yang menjadi tersangka. Ketiganya yaitu EA (35) dan AI (32) keduanya warga Desa Gemblegan, serta AR (32) warga Desa Glodogan, Kecamatan Klaten Selatan. Ketiganya sudah ditetapkan sebagai tersangka,” jelas Kapolres.
Atas kejadian tersebut, ratusan seniman yang berasal dari Solo Raya, Salatiga, Semarang, Yogyakarta, Ngawi, dan lain-lain, tumplek bleg memenuhi alun-alun Klaten, melakukan aksi solidaritas, Rabu (1/10/2025).
Massa seniman yang berasal dari crew musik, pemilik sound, MC, pemilik dekor, tukang shooting, dan lain-lain, mengecam keras adanya penganiayaan tersebut.
Salah seorang Korlap aksi, Marsudi alias Kombang asal Manisrenggo, Klaten, ada beberapa tuntutan yang diajukan.
Antara lain, tindak tegas pelaku kekerasan, ada peraturan tegas durasi hiburan di hajatan, dan bebaskan hiburan hajatan dari miras, dan lain-lain.
“Kami sangat menyayangkan adanya peristiwa ini, semoga tidak terulang lagi,” kata Kombang.
Penyanyi dan pencipta lagu terkenal, Abah Lala, ikut turun dalam aksi tersebut.
“Saya miris, tidak tega melihat video tersebut. Semoga Mas RWS segera pulih dan tetap semangat,” ujar penyanyi Ojo Dibanding-bandingke ini.
Dalam aksi solidaritas tersebut, ada pengumpulan dana untuk korban RWS.
Setelah dari Alun-alun, massa melanjutkan membezuk RWS ke rumah korban dan audensi dengan Kapolres Klaten. (Hasna)









