Beranda Berita Utama Antisipasi Kejahatan dan Peredaran Uang Palsu, Jajaran Polres Klaten Patroli Intensif di...

Antisipasi Kejahatan dan Peredaran Uang Palsu, Jajaran Polres Klaten Patroli Intensif di Pasar Hewan

79
0

KLATEN, TERASMEDIAGO.ID – Mengantisipasi adanya kejahatan dan peredaran uang palsu saat bertransaksi jual beli hewan kurban, jajaran Polres Klaten, Jawa Tengah, melakukan patroli intensif di berbagai pasar hewan.

Hal ini bertujuan untuk memberi rasa nyaman masyarakat, terutama para pedagang hewan. Salah satu pasar yang dikunjungi yaitu Pasar Sapi Jatinom Klaten, pada Kamis (14/5/2026).

Kegiatan patroli tersebut juga melibatkan unsur Polres TNI dari Kodim 0723 Klaten, Dinas Peternakan Kabupaten Klaten, serta petugas UPT Puskeswan Jatinom.

Selain memantau situasi keamanan, aparat juga melakukan antisipasi terhadap potensi gangguan Kamtibmas yang kerap meningkat saat transaksi jual beli hewan kurban ramai dilakukan secara tunai.

Kapolres Klaten AKBP Moh Faruk Rozi menjelaskan, kehadiran aparat kepolisian di pasar hewan bertujuan memberikan rasa aman kepada masyarakat yang melakukan transaksi jual beli hewan kurban.

“Betul sekali kehadiran kami di sini selain mendampingi peternakan maupun petugas UPT Puskeswan Jatinom juga ingin memastikan kepada masyarakat bahwa kami hadir di sini untuk melaksanakan pengamanan. Karena memang ketika menjelang Idul Adha itu pasti transaksi di pasar hewan ini akan meningkat,” kata Kapolres.

Menurut Kapolres, meningkatnya aktifitas perdagangan hewan kurban juga diikuti potensi gangguan keamanan seperti pencurian ternak, tindak kriminalitas, hingga peredaran uang palsu. Karena itu, pihaknya menyiapkan patroli rutin di sekitar kawasan pasar hewan.

“Menjelang pelaksanaan Idul Adha itu aktifitas jual-beli hewan kurban di pasar pasti tinggi. Jadi tolong masyarakat berhati-hati khususnya ketika mau bertransaksi. Rata-rata masyarakat yang membeli hewan kurban ini menggunakan transaksi secara cash,” ujar Kapolres.

Kapolres juga mengingatkan pedagang maupun pembeli untuk lebih waspada saat membawa uang tunai dalam jumlah besar dan tidak lengah ketika berada di area parkir maupun lingkungan pasar.

“Kalau mau pakai cash itu kan uangnya dibawa ke mana-mana. Jadi hati-hati dan juga hati-hati potensi uang palsu. Dicek ya, takutnya mungkin tidak semuanya tapi ada beberapa dari total yang mereka bayar itu berpotensi ada uang palsunya,”  tuturnya.

Selain itu, polisi juga mengantisipasi potensi pencurian hewan ternak yang rawan terjadi menjelang Idul Adha karena tingginya nilai transaksi jual beli sapi maupun kambing.

“Kami himbau kepada masyarakat untuk hati-hati dan waspada, jangan sampai memberi kesempatan kepada pencuri. Maka diantisipasi sejak dini. Bila sudah terjadi tindak pencurian, segera lapor ke Polres. Kami akan melakukan tindakan tegas sesuai prosedur hukum yang berlaku,”ungkapnya.

Sementara itu, drh. Ana Widya Sari dari UPT Puskeswan Jatinom menjelaskan bahwa pemeriksaan kesehatan hewan juga dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Dari hasil pemeriksaan sementara, sapi yang masuk ke Pasar Hewan Jatinom dalam kondisi sehat.

“Untuk penyakit PMK saat ini tidak ada di Pasar Hewan Jatinom. Sapi-sapi yang masuk sudah kami periksa dari cek fisik, mulut, hidung, dan tidak ditemukan gejala seperti pincang, demam, maupun air liur berlebihan,” kata Ana.

Ana juga meminta kepada pedagang agar tidak membawa hewan yang sakit ke pasar, karena bisa menular.

“Tadi kami juga menghimbau kepada pedagang, agar tidak membawa sapinya yang sakit, nanti bisa menular ke yang lainnya. Ini untuk kebaikan bersama, agar para pedagang tidak dirugikan, kesehatan hewan tanggung jawab bersama,” lanjut Ana.

Salah seorang pedagang dari kalangan kaum muda, Rais, mengaku saat ini permintaan sapi sudah mulai ramai. Harga juga naik sekitar Rp 2 juta sampai Rp 3 juta per ekornya. Yang semula Rp17 juta, kini naik menjadi Rp 19 juta sampai Rp 20 juta.

“Sudah banyak permintaan dari berbagai kota, harganya juga naik sekitar Rp2-3 jutaan per ekornya. Kenaikan harga sudah terjadi sejak beberapa waktu lalu,” kata Rais.

Saat ini, dirinya sudah ada 400 ekor sapi lokal Klaten dan sekitarnya yang dibeli. Tahun lalu dirinya mampu menjual 500 ekor sapi dikirim ke Jawa Barat. (Hasna)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini