Beranda Berita Utama Bupati Didampingi Pj Sekda, Tinjau Lokasi Longsor Lereng Gunung Prau di Desa...

Bupati Didampingi Pj Sekda, Tinjau Lokasi Longsor Lereng Gunung Prau di Desa Genting Gunung

133
0
Bupati sedang berbincang dengan Pj Sekda Kendal.(Foto:TM/ SPW)

KENDAL, TERASMEDIAGO.ID-Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari dengan didampingi Pj. Sekda Kendal, Agus Dwi Lestari meninjau lokasi longsor lereng Gunung Prau, Desa Genting Gunung, Sukorejo, Kamis(05/02/2026).

Sesampainya lokasi, bupati melihat lokasi sudah dalam keadaan dibersihkan oleh masyarakat sekitar yang dibantu TNI/ Polri, anggota Perhutani, BPBD dan sejumlah anggota Satpolpkar Kendal.

Menurut bupati, lokasi yang longsor itu sebetulnya jauh dari pemukiman warga, akan tetapi material longsorannya memenuhi sungai dan menutupi air yang mengalir.

Tak hanya meterial longsoran saja yang menutupi sungai, tetapi pohon-pohon besar lapuk yang tumbang akibat terbawa longsoran juga menutupi aliran sungai tersebut.

“Apabila tidak segera dibersihkan, nanti jika hujan turun akan menghalangi air dan air sungai itu bisa meluap ke pemukiman warga,”kata bupati.

Bupati menyampaikan, lereng Gunung Prau longsor bukan diakibatkan adanya pembalakan liar, tapi memang benar-benar karena curah hujan tinggi. Selain itu juga karena kemiringan lereng gunung Prau itu sudutnya sekitar 80 persen, ditambah pohon-pohonnya sudah tua, kemudian longsor bersama, material yang lain.

“Saya juga klarifikasi terkait adanya video yang beredar di media sosial yang menanyakan keberadaan excavator bisa sampai ke Gunung Prahu masuk wilayah Dukuh Kediten? Kami sudah berkoordinasi dengan DPUPR Kendal, bahwa pihak Perhutani sudah menyampaikan, jika di wilayah tersebut itu bukan wilayah area hutan yang dilindungi, sehingga bisa dimanfaatkan oleh masyarakat. Sedangkan dari pihak desa, waktu itu juga sudah melaporkan adanya Program Sengkuyung di Dukuh Kediten,”terang bupati.

Kemudian pihak desa meminjam excavator untuk membuka jalur pendakian gunung. Jadi tidak ada kegiatan galian C.

Menurut bupati, mungkin yang ditakutkan oleh warga atau netizen di lokasi itu ada kegiatan galian C yang dikawatirkan bisa mengakibatkan terjadinya longsor seperti Gunung Slamet.

“Itu mungkin yang ditakutkan oleh warga. Di sini tidak ada kegiatan galian C, jika ada yang bilang ada, itu tidak benar,”tegasnya.

Pj. Sekda Kendal, Agus Dwi Lestari menambahkan, bahwa lokasi yang terjadi longsor berada di sekitar dua kilo meter dalam kondisi menanjak dan jauh dari pemukiman warga.

“Tadi pagi masyarakat dengan dibantu oleh aparat, bersama-sama membersihkan material dan bekas pohon-pohon yang tumbang di sungai itu. Yang kami kuatirkan adalah, pertama jika material longsoran itu tidak segera dibersihkan, dipastikan akan membendung aliran sungai. Jika hujan dengan intensitas tinggi,nanti bisa menjadikan banjir bandang,”ungkap Agus Dwi Lestari.

Yang kedua, lanjut Agus Dwi Lestari, memang di lokasi longsor itu merupakan pusat sumber air yang selama ini dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar dengan pola pemipaan.

“Tadi saya lihat, sepertinya pipanya sudah putus. Maka kalau tidak segera dibetulkan, nanti masyarakat tidak bisa menikmati air bersih,”terangnya.

Usai meninjau lokasi longsor lereng Gunung Prau ini, bupati bersama rombongan survey lokasi TMMD di Desa Gedong Kecamatan Patean.(SPW)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini