Beranda Berita Utama Menteri Transmigrasi Akan Adopsi Pengelolaan Potensi Desa Ponggok

Menteri Transmigrasi Akan Adopsi Pengelolaan Potensi Desa Ponggok

87
0

KLATEN, SAPA Jateng.id– Menteri Transmigrasi, Iftitah Sulaiman Suryanagara akan mengadopsi pengelolaan potensi Desa Ponggok, Kecamatan Polanharjo, Klaten, Jawa Tengah ke kawasan transmigrasi di seluruh Indonesia.

Hal tersebut dijelaskan Menteri Iftitah saat melakukan kunjungan kerja ke Desa Ponggok, Rabu (17/09/2025).

Menteri Iftitah disambut Kepala Desa Djunaedi Mulyono, jajaran perangkat desa, direktur dan pengurus Bumdes, pengurus LUPMMDes, dan lain-lain.

Setelah berdialog bersama Kades, Menteri Iftitah beserta rombongan menuju Umbul Ponggok. Di umbul yang pernah viral pada masanya tersebut, Menteri Iftitah menerima penjelasan mengenai konsep, strategi, marketing, dan lain-lain dalam mengembangkan desa wisata ini.

Setelah mengelilingi Umbul Ponggok, rombongan menuju kolam budidaya ikan nila, yang tak jauh dari lokasi pertama.

Usai melihat secara langsung potensi desa wisata Ponggok ini, Menteri Iftitah mengakui keberhasilan pengembangan ekonomi berbasis potensi akan diterapkan di kawasan transmigrasi.

Dirinya mengaku tertarik dengan konsep yang digunakan Kades Ponggok dalam mengembangkan potensi.

“Yang semula desa biasa saja, setelah dipegang Pak Kades Djunaedi Mulyono ini dengan mengembangkan potensi wisata air. Kini desa Ponggok menjadi salah satu desa di Indonesia yang diperhitungkan,” kata Menteri Iftitah.

Dari konsep, sistem manajemen, tata kelola, dan SDM, oleh Menteri Iftitah akan diterapkan di 154 kawasan transmigrasi seluruh Indonesia.

Pihaknya juga sudah mengirim 2000 peneliti dan bekerja sama dengan 7 Perguruan Tinggi terbaik di Indonesia serta 18 Perguruan Tinggi yang ada di daerah.

Tugas Kementerian Transmigrasi saat ini, lanjut Iftitah, tidak hanya memindahkan orang saja, namun dituntut harus menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru yang terintegrasi, berkelanjutan, dan memberdayakan SDM warga transmigrasi.

“Kita tidak ingin membangun yang akhirnya tidak berkelanjutan, dan manfaatnya harus dirasakan masyarakat banyak,” ujar Iftitah.

Maka dari itu, pentingnya kunker ini untuk mendalami lebih jauh.

Kementerian Transmigrasi juga akan memanfaatkan kemajuan teknologi berupa penggunaan kekuatan medsos sebagai sarana promosi, untuk menarik banyak orang mendatangi lokasi yang viral.

Kades Ponggok Djunaedi Mulyono menyambut baik atas kedatangan Menteri Transmigrasi yang ingin belajar langsung mengenai potensi desanya.

Pihaknya akan terus membantu apabila diajak berdiskusi lebih lanjut, untuk kemajuan wilayah transmigrasi.

Djunaedi memaparkan, keberhasilan Desa Ponggok dalam mengelola potensi air yang melimpah, dengan konsep dan perencanaan yang matang.

Untuk tata kelola, desa wisata Ponggok terbagi dalam beberapa kawasan. Yaitu kawasan wisata, kawasan perikanan, kawasan agrowisata, edupark, dan lain-lain.

Menyadari banyaknya Desa wisata air yang banyak bermunculan, Desa Ponggok terus melakukan inovasi, agar para wisatawan tertarik untuk berkunjung kembali. (Hasna)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini